"Yang kedua, kita setuju membangun infrastruktur tapi kalau caranya yang berbeda. Makanya kalau dikubunya Pak Jokowi banyak terlibat uang negara dalam membangun infrastruktur maka tawaran Prabowo-Sandi adalah bagaimana melibatkan swasta lebih banyak lagi," sambungnya.
Miftah lantas melanjutkan dengan menanggapi penuturan dari Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang tidak memperbolehkan selain pendukung Jokowi untuk masuk tol.
Bahkan Miftah dengan lantang membuat sebuah permintaan 'nyeleneh' untuk menanggapi pernyataan tersebut.
"Yang kita bahas malam ini adalah komentar daripada Wali Kota Semarang, yang tidak mendukung Pak Jokowi, enggak boleh masuk tol, ya sudah kita setuju. Kalau begitu jangan keluar dari tol," papar Miftah Sabri.
"Jadi pendukung Pak Jokowi, boleh masuk jangan keluar (dari tol)," sambungnya.
• Saling Sindir di Mata Najwa, Faldo Maldini Tertunduk dan Pegang Dagu saat Dimarahi Irma Suryani
Pernyataan dari Miftah tersebut langsung disambut oleh semua penonton Mata Najwa yang hadir.
Mereka bertepuk tangan dan riuh tertawa menanggapi ucapan dari BPN Prabowo-Sandi tersebut.
Faldo Maldini yang juga turut hadir dalam acara tersebut juga tampak melontarkan celetukan sambil tertawa.
"Makan itu tol," ucap Faldo singkat.
Tak hanya Miftah Sabri dan Faldo Maldini, Muhammad Nasir Djamil juga turut menguatkan pernyataan dari dari Miftah.
Sambil tertawa, Nasir menambahkan permintaan 'nyeleneh' yang diucapkan oleh rekannya.
"Jadi kalau pendukung Prabowo enggak boleh masuk tol, pendukung Jokowi enggak boleh keluar tol."
"Dia enggak boleh pulang ke rumah, enggak boleh ke kantor, di tol aja terus berputar-putar," Nasir Djamil.
Mendengar hal itu, penonton dalam studio terdengar tertawa dan bertepuk tangan.
Penuturan Walikota Semarang soal Jalan Tol