Pilpres 2019

Berdebat dengan Fadli Zon di ILC, Ali Ngabalin: Kok Cemburu Banget Jokowi Angkat Aku Jadi Pejabat

Penulis: Nila Irdayatun Naziha
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ali Ngabalin dan Fadli Zon terlibat perdebatan di ILC Selasa (22/1/2019)

"Tidak ada urusannya dengan masalah kriminalisasi atau itu semua, siapa sih yang melakukan kriminalisasi, kalau orang bersalah, jangan sampai orang Islam tidak dihukum karena dia mayoritas, kemudian orang Katolika harus dihukum hanya karena dia kecil," ucap Ngabalin.

Effendi Ghazali Usulkan pada KPU dan Stasiun Televisi Debat Selanjutnya Tayang Tanpa Iklan

Fadli Zon (Akun youtube Indonesia Lawyer Club)

Secara Tegas, Ali Ngabalin menungkapkan bahwa tidak ada pengecualian bagi pelanggar hukum.

"Logika apa yang akan dipakai, jangan membangun pikiran-pikiran yang bisa menjebak masyarakat," ucap Ngabalin.

Belum sampai dilanjutkan oleh Ali Ngabalin, Karni Ilyas sudah langsung memotong pembahasan antara keduanya.

"Enggak-enggak tunggu dulu, ini sudah menyimpang dari debat kita," terang Karni.

Ditegur oleh Karni Ilyas, Ali Ngabalin masih saja melanjutkan pernyataannya.

Ia menuturkan penting menjelaskan soal hal tersebut lantaran banyak yang mempermasalahkan kebijakan dari pemerintah.

"Kita harus tanggapi datuk karena materi yang disampaikan adalah terkait dengan masalah kebijakan pemerintah, saya sudah bilang saya bukan tim kampanye nasional," ucap Ngabalin.

Ali Ngabalin dan Fadli Zon terlibat perdebatan di ILC Selasa (22/1/2019) (Akun youtube Indonesia Lawyer Club)

Salim Haji Said Ungkap Alasan Debat Pilpres 2019 Tak Bisa Pakai Metode layaknya Pilpres Amerika

Penuturannya itu langsung mendapatkan reaksi dari Fadli Zon.

"Anda memang tidak boleh, anda memang tidak boleh menjadi tim kampanye nasional, anda ini masuk sebagai ASN, berbicara sebagai kapasitas, karena anda digaji dari APBN," ucap Fadli Zon memotong pembahasan dari Ngabalin.

"Tidak ada urusan, tidak usah kau masuk ke wilayah ini, masa sih kau cemburu banget sih kalau Jokowi angkat saya sebagai pejabat ah," jawab Ngabalin kemudian.

"Tenang aja bung, kita kan berteman bos, kita kan bersahabat," lanjut Ngabalin.

Dengan demikian, Ali Ngabalin menuturkan bahwa sebaiknya setiap pembahasan yang berkaitan dengan pilpres, hanya fokus membahas soal calon presiden dan tidak menyinggung soal pemerintahan.

"Jadi pikiran saya datuk, agar dialog bisa baik pada malam hari ini kalau ingin mengoreksi apa-apa saja soal pemerintah, aka urusannya adalah terkait dengan calon presiden, kedepan melakukan apa, maka saya kan tidak masuk pada materi-materi debat," terang Ngabalin.

(TribunWow.com)