Pilpres 2019

Tanggapan Said Didu saat KPU Sebut Tak Persoalkan Siapa dan Bagaimana Paslon Sampaikan Visi Misinya

Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Bobby Wiratama
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Terkait dugaan penganiayaan Ratna Sarumpaet, Staf Khusus Menteri ESDM, Said Didu, menanyakan tentang kesanggupan negara untuk melindungi rakyatnya.

Menjernihkan Kerancuan

6. Nah, kalau mau membaca visi dan misi kedua Paslon, silakan cermati di:
https://kpu.go.id/index.php/pages/detail/2018/953

Pramono U. Tanthowi
Anggota KPU RI," tulis Akun KPU.

Membaca kicauan tersebut, Said Didu lantas me-retweet unggahan yang menyebutkan bahwa siapa dan bagaimana cara penyampaian visi, misi, dan program itu tak menjadi soal.

Said Didu menyebutkan bahwa cara berpikir yang seperti itu berbahaya bagi pemegang kekuasaan.

"Nah cara berpikir seperti inilah yg berbahaya bagi pemegang kekuasaan.

Pelaksanaan aturan yg tdk diatur hitam-putih harus berpegang pada kaidah :

1) obyektif,

2) sesuai harapan publik,

3) dapat dipertanggungjawabkan,

dan 4) akuntable.

Baca juga UU lain ttg kewajiban calon," tulis Said Didu.

Andi Arief: Demokrat Mengecam TKN, BPN, dan KPU yang Buat Debat Capres-Cawapres Kehilangan Gregetnya

Sementara itu, diberitakan sebelumnya, KPU membatalkan rencana sosialisasi visi misi paslon berdasarkan kesepakatan dengan tim kampanye masing-masing paslon, Jumat (4/1/2019) malam.

"Sosialisasi visi-misi tadi malam juga sudah diputuskan, silakan dilaksanakan sendiri-sendiri tempat dan waktu yang mereka tentukan sendiri. Jadi, tidak lagi difasilitasi oleh KPU," kata Ketua KPU Arief Budiman saat ditemui di Hotel Mandarin, Jakarta Pusat, Sabtu (5/1/2019), dikutip dari Kompas.com.

Keputusan ini diambil KPU karena dirasa sulit jika harus memfasilitasi keinginan kedua tim sukses masing-masing paslon.

Halaman
123