Liga Indonesia

Krishna Murti Luapkan Kekesalannya kepada Mafia Bola, dari Persoalan Tiket hingga Suporter

Penulis: Vintoko
Editor: Wulan Kurnia Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Krishna Murti

TRIBUNWOW.COM - Brigjen Krishna Murti turut meluapkan kekesalannya terkait kacaunya persepakbolaan di Indonesia karena mafia bola.

Hal itu disampaikan Brigjen Krishna Murti melalui akun Instagramnya, @krishnamurti_bd91, Sabtu (29/12/2018).

Awalnya, Krishna Murti yang juga sebagai pemimpin Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola itu menyoroti soal tiket pertandingan bola.

Tanggapi Pernyataan PSSI soal Pengaturan Skor, Krishna Murti: Jangan Beralasan Intervensi Pihak Luar

Menurutnya, pihak yang mengurus tiket pertandingan bola tidak pernah beres.

Dirinya menduga ada 'kongkalingkong' tiket, sehingga menyebabkan tiket yang akan dibeli selalu habis.

"Ngurus tiket pertandingan bola kok gak pernah beres.

Tiap mau dibeli sudah habis.

Habis di loket, tapi di calo banyak.

Pertanyaannya: calo bisa pegang banyak tiket, kok bisa..???

Harusnya beli tiket bola pakai KTP spt beli tiket pesawat.

Satu orang beli satu tiket.

Bisa lewat online, lewat web, lewat gojek, lewat loket, dll..

Sudahlah hentikan kongkalingkong tiket juga.

Mau dibenahin spt apapun siatemnya, kalau ada perkeliruan yg disepakati antar kalian, ya bakalan rusuh terus urusan tiket.

Muliakan penonton sepakbola di Indonesia," tulis Krishna Murti.

Tak hanya itu, Krishna Murti juga menyoroti soal suporter bola yang sering menyebabkan terjadi kerusuhan.

"Anak2 penggila bola ini rela apapun demi sepakbola dan klubnya.

Mereka harusnya dibina dan bisa jadi potensi besar kejayaan Indonesia.

Karena gak ada yg ngurusin, akhirnya adrenalin muda mereka jadi tak tersalurkan.

Rusuh lagi.., rusuh lagi..

Yang disalahin sama orang2 cuma dua pihak kalau rusuh:

1) supporter disalahin..

2) polisi dibilang gak bisa ngurusin supporter rusuh..

Aneh..

Juara juga nggak, trus Selama ini kalian ngapain aja bertahun2 disana..??

Kupret #kmupdates," tulis Krishna Murti.

Gusti Randa Sebut Kasus Pengaturan Skor akan Berdampak pada Kompetisi Sepakbola 2019

Sebelumnya, Krishna Murti juga mengaku dulunya dirinya penggila bola.

Namun, dirinya melihat sebagian dari penggila bola frustasi akibat kelakuan mafia bola.

"Saya ini gila bola.. Tapi itu dulu.

Pernah ada satu waktu, saya dibikin frustasi jadi gila beneran sama orang2 yg ngerusak bola.

Saya melihat sebagian dari penggila bola ikut merasa frustasi akibat kelakuan bangsat2 mafia bola..

Padahal, mereka2 yg cinta dan gila bola itu, rela mengorbankan apapun demi bola.

Tapi ternyata kita semua dimanipulasi oleh manusia2 jahat yg paripurna," tulis Krishna Murti.

Satgas Anti Mafia Bola

Sebelumnya diberitakan, Kapolri Jendral Tito Karnavian mengaku prihatin dengan dugaan kasus match fixing atau pengaturan skor di dunia sepak bola Indonesia.

"Terus terang yang pertama saya sangat prihatin, kita semua pernah mendengar isu match fixing permainan score dan mengatur ranking, dan lain-lain," ujarnya saat menjadi narasumber di Mata Najwa, Rabu (19/12/2018) malam.

Namun, menurut Tito hingga kini belum ada bukti kuat soal dugaan adanya pengaturan skor tersebut.

Sosok yang menjabat Kapolri ini menegaskan, untuk menangkap mafia pengaturan skor, pihak kepolisian memiliki prinsip jika ingin menangkap 'maling' maka juga harus menggunakan 'maling'.

"Tapi sampai sekarang masih belum bisa dibuktikan, ini pengakuran dari inner circle itu sebenarnya prinsipnya polisi, kalau mau nangkap maling ya gunakan maling juga."

"Jadi kalau mau nangkap sesuatu ya gunakan operasi internal, gunakan dari orang-orang di dalam itu sendiri," tambahnya.

Pembawa acara Mata Najwa, Najwa Shihab menegaskan, karena sebelum Tito diminta untuk angkat suara ada beberapa pengakuan hingga bukti yang diputarkan soal pengaturan skor.

"Kepolisian merasa ini pintu (bukti) yang cukup untuk membawa ini ke ranah ini?," tanya Najwa Shihab.

"Kita melihat dini lumayan dengan melihat adanya bukti, kasus ini bisa jadi kasus penipuan dalam pidana penipuan setelah itu mengembang penipuan orang per orang atau bagian yang sistematis," jawab Tito.

Soal Pengaturan Skor, Gusti Randa: PSSI Memang Harus Evaluasi dan Bersih-bersih

Dilansir oleh BolaSport.com, Tito juga memberikan janji mengusut pengaturan skor dengan membentuk satuan tugas (satgas).

Kerja satgas itu dimulai dengan keterangan para mantan pelaku dan korban pengaturan skor.

Saat ini menurut Tito, satgas juga telah memberikan surat pada Januar Herwanto, manajer dari Madura FC yang mengaku pernah diberikan tawaran pengaturan skor dari mantan anggota Exco Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Hidayat.

Tito akan mengendalikan sendiri tim satgas tersebut dengan memanggil polisi berpangkat bintang satu dan dua untuk menjadi anggota penyelidik.

"Saya akan kendalikan sendiri tim satgas tersebut. Satgas ini nantinya saya bentuk dengan bintang 1 dan dua. Ada bagian lapangan yang akan mengontrol dan mengolek informasi," katanya.

(TribunWow.com/Rekarinta Vintoko)