Saya melihat sebagian dari penggila bola ikut merasa frustasi akibat kelakuan bangsat2 mafia bola..
Padahal, mereka2 yg cinta dan gila bola itu, rela mengorbankan apapun demi bola.
Tapi ternyata kita semua dimanipulasi oleh manusia2 jahat yg paripurna," tulis Krishna Murti.
Satgas Anti Mafia Bola
Sebelumnya diberitakan, Kapolri Jendral Tito Karnavian mengaku prihatin dengan dugaan kasus match fixing atau pengaturan skor di dunia sepak bola Indonesia.
"Terus terang yang pertama saya sangat prihatin, kita semua pernah mendengar isu match fixing permainan score dan mengatur ranking, dan lain-lain," ujarnya saat menjadi narasumber di Mata Najwa, Rabu (19/12/2018) malam.
Namun, menurut Tito hingga kini belum ada bukti kuat soal dugaan adanya pengaturan skor tersebut.
Sosok yang menjabat Kapolri ini menegaskan, untuk menangkap mafia pengaturan skor, pihak kepolisian memiliki prinsip jika ingin menangkap 'maling' maka juga harus menggunakan 'maling'.
"Tapi sampai sekarang masih belum bisa dibuktikan, ini pengakuran dari inner circle itu sebenarnya prinsipnya polisi, kalau mau nangkap maling ya gunakan maling juga."
"Jadi kalau mau nangkap sesuatu ya gunakan operasi internal, gunakan dari orang-orang di dalam itu sendiri," tambahnya.
Pembawa acara Mata Najwa, Najwa Shihab menegaskan, karena sebelum Tito diminta untuk angkat suara ada beberapa pengakuan hingga bukti yang diputarkan soal pengaturan skor.
"Kepolisian merasa ini pintu (bukti) yang cukup untuk membawa ini ke ranah ini?," tanya Najwa Shihab.
"Kita melihat dini lumayan dengan melihat adanya bukti, kasus ini bisa jadi kasus penipuan dalam pidana penipuan setelah itu mengembang penipuan orang per orang atau bagian yang sistematis," jawab Tito.
• Soal Pengaturan Skor, Gusti Randa: PSSI Memang Harus Evaluasi dan Bersih-bersih
Dilansir oleh BolaSport.com, Tito juga memberikan janji mengusut pengaturan skor dengan membentuk satuan tugas (satgas).
Kerja satgas itu dimulai dengan keterangan para mantan pelaku dan korban pengaturan skor.