TRIBUNWOW.COM - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memposting sebuah video di akun Instagram @aniesbaswedan pada Kamis (20/12/2018).
Dalam video tersebut tentang mesin pengolahan sampah menjadi energi listrik.
"Dulu tempat pembuangan sampah, kamar mandi, wc di letakkan jauh dari rumah.
Sebatas dibuang, ditimbun dan dijauhkan. Sama seperti rumah, cara pandang pengelolaan sampah juga harus berubah.
Kita harus bertanggung jawab atas sampah kita sendiri, bukan sekadar 'dibuang' jauh-jauh ke tempat yg tidak terlihat," tulis Anies Baswedan.
• Penjelasan Bawaslu DKI Jakarta soal Pose Dua Jari Anies Baswedan di Konfernas Gerindra
Tertulis di dalam video, Jakarta merupakan salah satu kota penghasil sampah yang paling produktif.
Setiap harinya mengirimkan 7.000 ton sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
Akhir tahun ini Anies mengatakan, sampah di Bantargebang sudah menembus 80% kapasitas maksimumnya.
Tumpukan sampah yang ada disana mencapai 30 meter atau setinggi kaki Patung Pancoran.
Diperkirakan tiga tahun lagi, Bantargebang penuh dan tidak bisa menampung sampah dari Jakarta lagi.
• Kata Mendagri soal Pose Dua Jari Anies Baswedan di Konferensi Nasional Gerindra
Anies menyampaikan: "Masalah ini sudah kami identifikasi dua tahun lalu dan menjadi salah satu janji kerja ketika kampanye.
Untuk pengolahan sampah, kami akan membangun Intermediate Treatment Facility (ITF).
ITF dibangun di Jakarta agar efisien, jaraknya dekat, truk sampah ke Bantargebang berkurang." tulis Anies.
Ia mengatakan bahwa janji kampanye tersebut sudah mulai ditunaikan dengan ground breaking ITF di Sunter.
Dengan adanya ITF yang bisa mengolah 2.200 ton sampah per hari, maka seperempat beban sampah ke TPST Bantargebang dapat berkurang.