TRIBUNWOW.COM - Beredar sebuah video penghancuran markas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di pedalaman hutan Papua oleh pasukan gabungan kepolisian.
Dalam video berdurasi sekitar satu menit itu memperlihatkan pasukan gabungan kepolisian berseragam dan senjata lengkap sedang berada di pedalaman hutan Papua.
Tampak seorang anggota kepolisian mendekat ke kamera dan mengatakan pihaknya akan menghancurkan markas KKB.
• Mantan Kapolda Papua Curigai Ada Mantan Anggota Polisi dan TNI yang Latih Segala Aksi KKB di Nduga
Alasannya, kata dia, KKB telah berkhianat kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Ini adalah markas KKB atau kelompok kriminal bersenjata. Kami akan menghancurkannya karena mereka telah berkhianat kepada Negara Republik Indonesia," ujar seorang anggota kepolisian itu.
Lantas, dari video itu tampak sejumlah anggota segera merobohkan bangunan yang terbuat dari kayu dan seng itu.
Tak hanya itu, bangunan yang roboh itu juga mengeluarkan asap.
Setelah itu, seorang anggota kepolisian mengatakan, pihaknya tidak dapat menemukan siapa pun di markas tersebut.
Dirinya juga berujar, markas itu baru saja dibangun.
"Ini adalah salah satu markas KKB atau kelompok kriminal bersenjata yang memang masih baru dibangun atau dibuatnya. Hanya sayang sekali ketika kami dari kepolisian, Brimob tidak mendapatkan mereka sedang berada di sini," kata seorang dalam video itu.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak kepolisian yang memberikan klarifikasi atau keterangan resmi terkait video penghancuran markas KKB di Papua ini.
Simak videonya di bawah ini:
Wiranto Tegaskan Tak Ada Negoisasi
Sementara itu diberitakan Tribunnews.com, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto menjelaskan bahwa tidak ada negosiasi terkait KKB yang ada di Nduga Papua.
Ia menjelaskan bahwa kelompok KKB merupakan kelompok yang menentang NKRI sehingga tidak akan diberikan kompromi.