Kabar Tokoh

Buka Suara soal Rencana Reuni 212, Ketua PBNU: Kalau Silaturahmi, Itu Hal yang Baik

Penulis: Vintoko
Editor: Bobby Wiratama
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Peserta reuni akbar 212 berkumpul di lapangan Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (2/12/2017).

TRIBUNWOW.COM - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Marsudi Syuhud angkat bicara soal Reuni 212 yang rencananya digelar 2 Desember mendatang.

Hal itu disampaikan Marsudi Syuhud saat menjadi narasumber dalam acara 'Kabar Petang' tvOne di YouTube, Rabu (21/11/2018).

Marsudi Syuhud mengatakan jika dirinya tidak mempermasalahkan jika Reuni 212 memang ditujukan untuk silaturahmi.

Anies Baswedan Berikan Izin Alumni 212 untuk Gunakan Monas sebagai Lokasi Reuni

Namun, dirinya khawatir jika Reuni 212 itu digunakan di luar kegiatan silaturahmi.

"Kalau hal-hal yang semacam maulidan, dzikiran, silaturahmi itu hal-hal yang baik. Hanya kalau misalnya nanti karena ini lagi zaman politik, kemudian dilaksanakan di Monas dengan yang sangat besar itu dikhawatirkan banyak hal-hal di luar itu. Di luar silaturahmi, maulidan, dzikiran," tutur Marsudi.

"Dikhawatirkan lagi ada statemen-statemen yang bahkan di luar maulidan atau silaturahmi yang membawa ukhuwah islamiyah menjadi kurang tepat," imbuh dia.

Untuk itu, kata Marsudi, berharap Reuni 212 bisa menyatukan organisasi keislaman untuk membangun bangsa Indonesia.

"Karena hari ini mestinya kita itu mengajak tidak sekedar satu organisasi, untuk ukhuwah islamiyah tapi organisasi-organisasi keislaman itu hendaknya bisa menyatu untuk bagaimana membangun bangsa indonesia yang kita cintai ini,"

"Apalagi kalau itu misalnya nantinya bunyinya, lebih mendekati seperti demo, walaupun namanya itu silaturahmi tapi kalau nanti ternyata dalam mendekati istilah demo itu bisa nggak terkendali," ucap Marsudi.

Simak video selengkapnya di bawah ini:

Senada, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengatakan jika Reuni 212 boleh digelar dengan satu catatan.

"Sebatas dia mensyiarkan reuni ya terserah, asal tidak ada tendensius politik, boleh-boleh saja," ujar Said Aqil, Sabtu (17/11/2018) dikutip dari Tribunnews.com.

Soal Fit and Proper Test Cawagub DKI, PKS: Enggak Penting

Sementara dikutip Kompas.com, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak melarang Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) menggunakan kawasan Monas, Jakarta Pusat, sebagai lokasi acara Reuni 212.

Namun, dia mengingatkan bahwa izin keramaian acara itu dikeluarkan oleh polisi, bukan Pemprov DKI Jakarta.

Halaman
12