Pemilu 2019

Amien Rais Sebut akan 'Jewer' Haedar Nashir, Ray Rangkuti: Kalau untuk Konsumsi Publik, Tidak Patut

Penulis: Vintoko
Editor: Claudia Noventa
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Haedar Nashir dan Amien Rais

TRIBUNWOW.COM - Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA), Ray Rangkuti, angkat bicara soal pernyataan Penasihat Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Amien Rais.

Hal itu disampaikan Ray Rangkuti dalam diskusi 'Kampanye Nyinyir dan Gugat-Menggugat di Tahun Politik' di Jakarta Selatan, Rabu (21/11/2018).

Ray Rangkuti menilai jika pernyataan Amien Rais yang ingin menjewer Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir tidak tepat.

Amien Rais Sebut akan Jewer Haedar Nashir, Abdul Kadir Karding Pertanyakan Kenegarawanan Amien

"Kalau memang dimaksud dari awal itu, pernyataan Amien, untuk konsumsi publik saya pikir tidak patut, seolah-olah membuat wibawa nama Pak Haidar berkurang di mata masyarkat," ujarnya dikutip TribunWow.com dari Tribunnews.com.

Ray Rangkuti menyayangkan sikap Amien Rais yang membawa nama Muhammadiyah.

"Ketika itu beliau hanya figur Amien Rais tokoh intelektual, saat itu kebetulan (Amien) Ketua PP Muhammadiyah, tapi dalam mengkritik Suharto beliau tidak pernah membawa Muhammadiyah," tambahnya.

Di sisi lain berdasarkan pengamatan dan suvei, Ray menilai jika Muhammadiyah lebih condong memilih pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Sementara, Nahdlatul Ulama cenderung ke pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Mungkin di Muhammadiyah 50 ke Jokowi dan 50 ke Prabowo, bahkan mungkin lebih besar ke Prabowo," beber dia.

Amien Rais Sebut akan Jewer Haedar Nashir, DPP IMM Beri Tanggapan

Diberitakan sebelumnya, Amien Rais menanggapi pernyataan Haedar Nashir soal sikap Muhammadiyah yang netral dalam Pilpres 2019.

Bahkan, Amien akan menjewer Haedar yang telah memberikan pernyataan tersebut.

"Kalau Ketua Muhammadiyah itu ngomong terserah, itu akan saya jewer. Itu tidak betul," kata Amien saat hadir dalam peringatan Milad ke 106 Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh PD Muhammadiyah Surabaya, di Islamic Center, Jalan Dukuh Kupang, Surabaya, Selasa (20/11/2018).

Menurut Amien, pernyataan Haedar tersebut bukanlah fatwa, melainkan hanya pemikiran saja.

Karena, menurut Mantan Ketua Umum PAN tersebut, Muhammadiyah harus menentukan sikap untuk pemilihan presiden (pilpres) guna menentukan keberlangsungan pemerintahan dalam negeri.

Hal ini berbeda dengan pemilihan legislatif (pileg) yang menurut Amien lebih fleksibel karena kader Muhammadiyah tersebar di berbagai partai.

Halaman
12