Kabar Tokoh

Setelah Prabowo Subianto dan Fadli Zon, Sacha Stevenson Bongkar Bahasa Inggris Ridwan Kamil

Penulis: Ekarista Rahmawati P
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sacha Stevenson menilai bahasa Inggris Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

TRIBUNWOW.COM - Setelah membongkar bahasa Inggris Prabowo Subianto dan Fadli Zon, kini Youtuber asal Kanada, Sacha Stevenson menilai bahasa Inggris Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Dalam video yang diunggah di saluran YouTubenya baru-baru ini, Sacha memutar rekaman suara Ridwan Kamil ketika berbicara bahasa Inggris.

Sacha mengatakan Ridwan Kamil cukup jago berkomunikasi dengan bahasa Inggris.

Namun hanya ada beberapa kesalahan pengucapan dan kesalahan struktur kalimatnya.

Soal Kasus Century, Rizal Ramli: Pak Boediono Mengakulah, Situ Bos Kok Tidak Mau Bertanggungjawab

Sacha juga berkomentar bahwa cara berbicaranya cukup sederhana dengan kecepatan yang baik.

"Dia jago komunikasi, sesuai dengan levelnya, dia berbicara cukup sederhana dan kecepatannya bagus," kata Sacha Stevenson, seperti dilansir TribunWow dari saluran YouTube Sacha Stevenson, Jumat (16/11/2018).

"Aku pikir tak sulit baginya untuk memperbaiki bahasa Inggrisnya," lanjutnya.

Namun Sacha menyebutkan Ridwan Kamil memiliki beberapa kesalahan pengucapan dalam bahasa Inggris.

Misalnya saat mengucapkan 'a favorit city', 'tourism', dan 'education'.

Ridwan Kamil juga melakukan kesalahan dalam pembentukan kata.

Kesalahan struktur kata tersebut tampak saat Ridwan mengatakan dirinya memiliki latar belakang pendidikan sebagai arsitek.

"With a background of architect? itu enggak ada. So 'u have a background in architecturei," kata Sacha.

Setelah Komentari Bahasa Inggris Prabowo, Bule Kanada Sebut Bahasa Inggris Fadli Zon Bikin Pusing

Selain itu kesalahan pemakaian is dan are juga diucapkan Ridwan ketika berbicara mengenai demografik Bandung.

"Dia kan sering berbicara tentang demografik jadi dia harusnya berlatih," kata Sacha.

"Yang benar '60 % are under the age of 40', kalau bicara mengenai pulau, kita memakai 'is', sementara kalau bicara sekelompok orang kita pakai 'are'," papar Sacha.

Halaman
12