Pembunuhan Satu Keluarga

Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi - Berikut Fakta-Fakta Penuturan Tetangga Sebelum Kejadian

Penulis: Nila Irdayatun Naziha
Editor: Bobby Wiratama
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi Pembunuhan

Jimmy mengaku heran, kejadian pembunuhan tersebut tidak didengar olehnya, padahal ia tinggal di lantai dua persis dibelakang rumah korban.

"Kos-kosan ini kan ada di belakang rumah korban. Itu yang saya heran. Saya tinggal di atas, di lantai 2. Tapi baru ketahuan (ada pembunuhan), pas ibu-ibu penghuni kos beli air untuk minum, ketok pintu sama jendela," ujarnya.

Menurut Jimmy, Diperum baru sekitar 2 tahun menetap dan menjaga kos-kosan milik sang kakak Douglas Nainggolan.

Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Buka Suara soal Rizieq Shihab, Sosoknya hingga Izin Tinggal Dibahas

"Setahu saya baru dua tahun. Sebelumnya yang jaga orang Bekasi, tapi karena dia sering kehilangan, akhirnya abangnya (Douglas) tidak pakai jasanya. Disuruhlah adiknya ini (korban) yang jaga kosan," terangnya.

Keterangan berbeda, dijelaskan oleh Ketua RT 002 Jatirahayu, Agus Sani mengungkapkan bahwa beberapa saksi melihat adanya mobil yang melaju dengan cepat darai lokasi rumah korban.

"Nah itu dia, ada saksi yang lihat ada mobil ngebut, keluar, tapi nggak tahu jenisnya apa, cuma ngeliat aja keluar ngebut," kata Agus Sani, Selasa (13/11/2018) 

Agus juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak mendapatkan laporan jika da keributan di rumah korban.

Dirinya mengaku kaget melihat peristiwa yang menyebabkan satu keluarga tewas tersebut.

"Nggak ada keributan. Kalo ada pasti warga sekitar melapor. Sampai saat ini tidak ada yang melapor," katanya.

Gara-gara Indomie, Angka Peserta Imunisasi Polio di Nigeria Meningkat Drastis

Diberitakan sebelumnya oleh TribunWow dari Wartakota, Kejadian pembunuhan satu keluarga pertama kali diketahui oleh seorang warga yang bernama Feby Lofa, sekitar pukul 03.30 dini hari.

Ia melihat gerbang kontrakan samping rumah korban sudah terbuka dan televisi di rumah korban menyala.

Saat Feby memanggil korban, tidak ada satu pun yang memberi jawaban. Ia juga sempat berupaya untuk menelepon salah satu korban, namun tidak juga diangkat.

Pagi harinya, Feby semakin curiga karena korban yang biasnya bekerja belum juga berangkat.

Lantas Feby penasaran dan membuka jendela.

"Biasanya korban ini (suaminya) kan kerja suka berangkat sekitar pukul 06.30 WIB. Tapi belum bangun juga, saya lihat lewat jendela ternyata penghuni rumah tergeletak penuh darah," katanya.

Melihat hal tesebut, Feby langsung memberi tahu warga lain dan juga menghubungi ketua RT dan juga polsek Pondok Gede.

(TribunWow.com/Nila Irda)