TRIBUNWOW.COM - Mantan politikus Partai Demokrat, Ruhut Sitompul memberikan komentar pada mantan rekannya di Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean.
Hal ini dikatakan Ruhut ketika bersamaan dengan Ferdinand menjadi narasumber program Satu Meja, Kompas TV, Rabu (17/10/2018) malam.
Mulanya, Ferdinand ditanya mengenai kekhawatiran argumen-argumen yang ada di media sosial untuk menganggu jalannya kampanye damai yang telah dideklarasikan semua partai.
"Semua tentu aktif di dunia sosial di mana setiap hari kita dipertontonkan di sana, isu yang tersebar didominasi oleh fitnah hoaks."
"Saya pernah merangkumnya yang menebar ini akun-akun yang tidak jelas identitasnya, justru ini yang mendominasi permainan isu di media sosial ini ada yang khusus memprovokasi."
"Ada yang mengadu domba menjelek-jelekkan, berkampanye hitam dan ini yang tiap hari dikonsumsi publik kita. Ini yang mengkhawatirkan saya sampaikan Bawaslu, kepolisian, Kominfo dan KPU harus bekerja sama mengamankan ini," ujar Ferdinand Hutahaean.
• Debat di Televisi dengan Faldo Maldini Lanjut di Medsos, Misbakhun Minta Tv One Seleksi Narasumber
Ia menambahkan jika peraturan Kominfo untuk meminta nomor HP sesuai KTP bisa digunakan sebagai acuan mencari penebar fitnah dan hoaks di media sosial.
"Saya pikir tidak sulit ya karena kemarin itu kita sudah mendaftakan nomor HP kita dengan NIK dan KK segala macam, kita minta lah ke Kominfo dan kepolisian untuk kerjasama, setiap ada akun-akun yang menebar fitnah itu kan tidak sulit fitnah atau tidak langsung take down saja, dimatikan."
"Kalau akunnya jelas bekerja identitasnya langsung aja polisi bekerja, panggil. Daripada publik setiap hari matanya, telinganya disuguhi yang tidak sehat," tambahnya.
Mengomentari pernyataan dari Ferdinand, Ruhut Sitompul merasa lelah ketika harus mengurusi Ferdinand yang dulu merupakan rekan separtainya di Demokrat.
"Jadi saya kalau lihat rumah sebelah yang selalu mengganggu kami saya jadi ingat lagu dangdut, kau yang mulai kau yang mengakhiri, nah itulah, kenapa?".
"Maaf Ferdinand kalau bicara yang aneh-aneh saya catat nih Ferdinand, waktu jadi penjaga setia SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) capek aku lihat Ferdinand Hutahaean dulu lihat nih kata-katanya, waktu itu kalau ketemu Ferdinand ku cekek dia," ujar Ruhut sembari mengeluarkan handphone miliknya.
• Ruhut Sitompul: Saat Datang Pak Amien Rais Negatif Melihat Kerja Polisi, setelah Diperiksa Muji-muji
"Awas hati-hati jangan kau ikut menyebar hoaks Bang," kata Ferdinand menanggapi.
"Tenang jangan marah-marah kan ada negara hukum, nanti laporkan aku ke polisi."
"Bayangkan ini Ferdinand berita duka cita dari Ferdinand ini, telah meninggal presiden anti korupsi dan digantikan presiden cinta korupsi namanya si BY k**o malas," ujar Ruhut yang membaca layar di hpnya.