TRIBUNWOW.COM - Mantan Direktur LP3ES, Rustam Ibrahim menilai tepat kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tidak jadi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium.
Dilansir TribunWow.com, hal tersebut disampaikan Rustam Ibrahim melalui laman Twitter @RustamIbrahim, Jumat (12/10/2018).
Dalam kicauannya itu, Rustam mengaku bersyukur atas keputusan Jokowi yang tidak menaikkan harga Premium.
Ini dikarenakan, indeks saham di AS berguguran.
Selain itu, jelas Rustam, nilai tukar dolar AS saat ini menurun karena masyarakat AS merasa khawatir atas perang dagang yang terjadi antara AS dan China.
Rustam lantas berharap agar hal tersebut memiliki dampak positif bagi perekonomian Indonesia.
"Syukur Presiden @jokowi tdk sampai naikkan harga Premium.
Harga minyak dunia turun 3 persen,
Saham Dow Jones (AS) berguguran.
Nilai tukar Dollar AS juga turun karena masyarakat AS kuatir Perang Dagang AS-Cina makin meningkat.
Mudah-mudahan dampaknya positif bagi Indonesia," tulisnya.
Diketahui, kicauan Rustam Ibrahim ini merupakan bentuk tanggapan atas pemberitaan yang menyebutkan indeks saham di AS berguguran.
Diberitakan Kompas.com, Wall Street, pasa saham Amerika Serikat (AS) kembali mencatatkan hari terburuknya pada penutupan perdagangan Kamis (11/10/2018) waktu setempat atau Jumat (12/11/2018) waktu Indonesia.
Hal ini terjadi setelah sehari sebelumnya Dow Jones sempat mencatatkan penurunan poin terbesar sepanjang sejarah.
Diketahui, investor kembali mengkhawatirkan dampak dari meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan China serta kenaikan suku bunga.
Mengutip Reuters, hingga pukul 10.20 waktu AS, indeks Dow Jones Industrial Avarage kehilangan 545,91 poin atau 2,13 persen menjadi 25.052,83.
Sementara indeks S&P 500 merosot 57,31 poin atau 2,06 persen menjadi 2.728,37.
Adapun indeks Nasdaq Composite juga mengalami penurunan sebesar 92,99 poin atau 1,25 persen menjadi 7.325,06.
Selain itu, diketahui kenaikan harga-harga barang konsumsi lebih rendah dari perkiraan Federal Reserve yang kemungkinan akan menaikkan suku bunga lagi di bulan Desember.
Nilai tukar dolar AS pun jatuh ke level terendah dalam dua minggu terakhir.
Indeks dolar AS DXY turun 0,52 persen, sementara euro meningkat 0,63 persen.
Dari segi komoditas, harga minyak turun ke posisi terendah dalam dua minggu karena pasar saham global berguguran, dengan sentimen investor menjadi lebih tertekan oleh laporan industri yang menunjukkan persediaan minyak mentah AS lebih dari yang diharapkan.
Harga minyak mentah Brent berjangka turun 2,83 dolar AS pada posisi 80,26 dolar AS per barrel.
Sementara minyak mentah acuan AS West Texas Intermediate (WTI) turun 2,2 dollar AS menjadi 70,97 dollar AS per barrel.
Kendati demikian, tampaknya hal tersebut belum memberikan dampak yang signifikan bagi kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Hingga Jumat (12/10/2018) pukul 09.00 WIB, nilai rupiah atas dolar AS berada di angka Rp 15.187.
Sementara itu, berdasarkan kurs transaksi BI, rupiah berada di Rp 15.329 per dolar AS pada kurs jual dan Rp 15.177 pada kurs beli. (TribunWow.com/Ananda Putri Octaviani)