Kabar Tokoh

Dituding PKI, Jokowi Persilakan Datang ke Solo Tanyakan ke Tetangga Rumahnya

Penulis: Ekarista Rahmawati P
Editor: Mohamad Yoenus
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Joko Widodo - Presiden Republik Indonesia

"Setiap minggu, setiap bulan juga masuk pesantren, terus yang anti ulama di sebelah mana?" lanjutnya.

Jokowi berharap bahwa masyarakat tak serta merta menerima kabar-kabar hoaks tersebut tanpa melakukan kroscek.

"Masyarakat harus mulai berani melihat fakta-fakta, perjalanan ini harus dilihat betul, jangan hanya menerima kabar yang diambil dari media sosial yang belum dikroscek faktanya," ucap Jokowi.

Sementara itu tuduhan antek asing dipatahkan Jokowi dengan memberi bukti-bukti pemerintah telah berhasil mengakuisisi sumber daya alam (SDA) yang dulunya dikelola pihak asing.

"Coba lihat Blok Mahakam sekarang sudah 100 persen diambil oleh Pertamina. Rokan yang sebelumnya dikelola oleh Cevron sudah dimenangkan 100 persen oleh Pertamina. Yang ketiga Freeport kita mendapatkan 51 persen, sebelumnya hanya 9 persen," papar Jokowi.

"Terus antek asingnya di mana. Jangan dibolak-balik," katanya.

Terima Gelar Adat Deli di Istana Maimun, Jokowi: Mari Bersama Memajukan Budaya Indonesia

Menanggapi fitnah dan hoaks di tahun politik ini, Jokowi berharap bahwa di tahun politik ini kontestasi diisi dengan adu program dan adu ide.

"Ini kan sudah masuk dalam kampanye, ya saya berharap pada kita semuanya agar kampanye ini diisi oleh kontestasi ini diisi oleh adu program, adu ide, adu gagasan, adu rekam jejak (track record), adu prestasi. Sehingga ini akan mendewasakan cara-cara berpolitik rakyat kita dan mematangkan kita berdemokrasi," kata Jokowi.

Ia berharap kampanye tak hanya diisi dengan saling fitnah dan saling hujat saja.

"Jangan sampai kampanye-kampanye diisi dengan saling fitnah, saling hujat, saling menghina," ucapnya.

"Coba dilihat tadi PKI, antek asing, antek aset, kriminalisasi ulama, dll. Itu saya yang mendzolimi atau ada yang mendzolimi saya. Coba dilihat baik-baik, jangan dibolak-balik, siapa yang mendzolimi? Siapa yang didzolimi?" tegas Jokowi. (TribunWow.com/Ekarista R.P)