TRIBUNWOW.COM - Pilot Batik Air ID 6231, Ricosetta Mafella menceritakan kesaksiannya saat lepas landas dari Bandara Mutiara Sis Al Jufrie, Palu tepat sebelum terjadi gempa sebesar 7,4 SR pada Jumat (28/9/2018).
Cerita tersebut diungkap Ricosetta saat menjadi narasumber di program acara Mata Najwa episode Bangsa Sadar Bencana yang ditayangkan Rabu (3/10/2018).
"Saya mau bersaksi di sini bahwa apa yang saya dengar memang cukup tajam," kata Ricosetta.
Ricosetta mengaku bahwa saat dirinya tiba, cuaca di Palu terasa bagus.
• Kesaksian Pramugari Garuda Indonesia yang Terjebak di Hotel saat Terjadi Gempa dan Tsunami di Palu
Kru pilot memang memiliki kebiasaan untuk foto bersama ketika cuaca sedang bagus, apalagi saat itu Ricosetta baru pertama kali mendarat di Palu.
Tiba-tiba Ricosetta merasa mendengar suara yang menyuruhnya untuk segera beranjak pergi.
"Tiba-tiba, suara yang saya yakini bahwa itu dari Tuhan menyatakan ke saya untuk segera bergegas, cepat pergi dan berangkat," tutur Ricosetta.
Usai mendengar hal tersebut, Ricosetta menolak untuk foto bersama dan segera mempersiapkan penerbangan.
Ia juga menolak tawaran untuk makan dan segera memanggil seluruh kru untuk segera bersiap-siap.
"Tolong panggilin seluruh kru, saya minta untuk berangkat secepatnya. Cepat jangan delay, saya nggak mau delay," kata Ricosetta.
• Daftar Bantuan Asing untuk Korban Gempa dan Tsunami Palu-Donggala Sulawesi Tengah
Ricosetta mengaku bahwa dirinya tidak mengetahui bahwa keberangkatannya itu lebih cepat dari jadwal.
"Saya tidak tahu kalau saya before scheduled. Jadwal 17.55 dan saya tutup pintu 17.52 dan komunikasi untuk ijin berangkat," tambahnya.
Ricosetta mengaku bahwa semuanya berjalan normal sebelum mereka lepas landas.
"Semua normal, tidak ada firasat apa-apa. Cuaca cerah, angin sedikit agak kencang dan kami menuju landasan pacu," lanjut Ricosetta.
• Satelit Tunjukkan Foto Perbedaan Wilayah Palu sebelum dan setelah Terjadi Bencana Gempa Tsunami
Ricosetta mengaku bahwa dia masih belum merasaakan gempa pada saat roaming.