Kabar Tokoh

Golkar Kembalikan Uang Rp 700 Juta ke KPK, Ferdinand: Jika Benar Terlibat Korupsi Ancamannya Berat

Penulis: Laila N
Editor: Claudia Noventa
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Bidang Advokasi dan Hukum Demokrat Ferdinand Hutahaean

TRIBUNWOW.COM - Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, menanggapi pengembalian uang sebesar Rp 700 ke KPK oleh Partai Golkar.

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut ia sampaikan melalui akun Twitter, @LawanPolitikJW, yang diunggah pada Kamis (27/9/2018).

Ferdinand Hutahaean mengatakan jika benar Golkar terlibat dalam kasus korupsi PLTU Riau-1, maka ancamannya berat.

Yakni bisa dibekukan atau bahkan dibubarkan oleh Undang-Undang.

"Golkar kembalikan 700 juta uang yang diduga berasal dari korupsi PLTU Riau 1.

Jika benar Golkar terlibat menerima uang secara organisasi/lembaga, mk ancamannya serius dan berat. Organisaai dibekukan atau dibubarkan olh UU," kata Ferdinand.

Istri Gus Dur Netral, Inayah Wahid: Kalau Ada yang Bandel, Ibu Tetap Bisa Nyentil dan Jewer

Postingan Ferdinand Hutahaean soal pengembalian uang Golkar ke KPK, Jumat (27/9/2018) (Capture/Twitter)

Kata Golkar

Ace Hasan selaku Ketua DPP Partai Golkar pun angkat bicara mengenai pengembalian uang tersebut.

Dirinya mengaku jika uang Rp 700 dikembalikan ke KPK setelah diketahui bermasalah.

Ace mengatakan jika pihaknya tak tahu jika uang itu memiliki kaitan dengan kasus dugaan suap dalam kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1.

Ferdinand Hutahaean Komentari Lukisan di Acara Deklarasi Dukungan Keluarga Gus Dur pada Jokowi-Maruf

Menurutnya, uang ini diterima oleh Golkar sesuai dengan mekanisme resmi yang ada.

"Justru karena dinilai bersumber dari keuangan tidak sah, itu dikembalikan. Karena itu kaitannya bukan dengan partai, bukan kaitannya dengan kegiatan," kata Ace di DPP Golkar, Jakarta, Rabu (26/9/2018)," ujarnya seperti dikutip Kompas.com.

Ace menegaskan jika partainya tentu tidak akan menerima uang tersebut jika tahu uang ini bermasalah.

"Kalau misal tahu dana tersebut berasal dari proyek dinilai bermasalah. Tentu tidak akan kami terima," sambungnya.

Ace mengungkapkan, apabila Golkar biasanya mengandalkan pendaan dari sumber sah, termasuk iuran anggota.

Halaman
12