TRIBUNWOW.COM - Ketua Progress 98, Faizal Assegaf turut berkomentar atas polemik impor beras antara direktur utama Bulog, Budi Waseso (Buwas) dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito.
Hal ini disampaikan Faizal melalui Twitter miliknya, @faizalassegaf, Kamis (20/9/2018).
Ia berkomentar atas kicauan dari Mantan Ketua MK, Mahfud MD yang menuliskan pernyataan dari Buwas soal impor beras.
"Kata Kabulog Budi Waseso (Buwas), “Kita tak perlu impor beras, gudang Bulog msh penuh, tak mampu menampung beras impor”. Dlm hal tertentu sy berbeda dgn Buwas, tapi dlm banyak hal saya sangat suka orang ini. Tegas, rasional, pro rakyat; termasuk soal impor beras ini," tulis Mahfud MD.
• Jokowi Perintahkan Menko Perekonomian Panggil Buwas dan Mendag terkait Polemik Impor Beras
Atas kicauan dari Mahfud itu, Faizal pun berkomentar jika tindakan tegas Buwas itu karena izin dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Ia juga membandingkan dengan kepemimpinan era presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Buwas bertindak tegas atas arahan & restu pk @jokowi.
Buwas mengekor ke cara yg dicontohkan bu @susipudjiastuti. Ya begitulah, hanya di era presiden JKW, para pejabat bisa bertindak tegas utk bela kepentingan rakyat & negara.
Klu di masa SBY, mana bisa bersikap demikian prof...?," jawab Faizal Assegaf.
• Polemik Impor Beras, Said Didu: Kisruh karena Ada 4 Data yang Memiliki Kepentingan Masing-masing
Tweet Faizal Assegaf (Capture Twitter)
Sementara itu, diberitakan sebelumnya, Buwas pun turut berkomentar atas pengadaan impor beras oleh Mendag.
Menurut Budi Waseso, stok beras masih aman.
Dikutip TribunWow.com melalui tayangan Kompas TV, Buwas mengatakan kebijakan impor beras merupakan kebijakan dari dirut lama.
"Mantan Dirut Bulog, dia gak ngerti itu masanya beliau itu, itung-itungannya beliau jangan dibawa ke masa sekarang."
"Saya hanya bilang jangan jadi pengkhianat-pengkhianat bangsa ini, dari mana itungan dia, kayak yang paling pinter aja," ujarnya.
Ia juga mengatakan jika stock beras hingga akhir tahun masih aman dengan perhitungan masih memiliki 2,7 juta ton.