Top 5

Berita Trending Senin 17 September 2018: Jaminan Prabowo untuk Rizieq Shihab - Utang Nikita Mirzani

Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Mohamad Yoenus
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kolase foto berita populer TribunWow.com, Senin (17/9/2018).

TRIBUNWOW.COM - Beragam peristiwa hangat menjadi topik pemberitaan TribunWow.com, Senin (17/8/2018) kemarin.

Mulai dari Prabowo Subianto yang menjamin kepulangan Rizieq Shihab, istilah 'Emak-emak' jelang Pilpres 2019 hingga kabar selebritis papan atas Indonesia.

Berikut adalah kumpulan berita TribunWow.com yang paling banyak dibaca, Senin (17/9/2018):

1. Prabowo Jamin Kepulangan Rizieq Shihab

Bakal Calon Presiden Prabowo Subianto menandatangani pakta integritas yang diajukan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF).

Dalam satu poin pakta integritas itu disebutkan, jika kelak Prabowo terpilih menjadi presiden pada Pilpres 2019, maka Prabowo sebagai presiden harus menjamin proses rehabilitasi, kepulangan, dan memulihkan hak-hak Imam Besar FPI, Rizieq Shihab.

Ketua Progres 98 Faizal Assegaf pun memberikan tanggapan dengan menyebut jika hal tersebut lucu. 

BACA SELENGKAPNYA: Prabowo Jamin Kepulangan Rizieq Shihab jika Terpilih Jadi Presiden, Faizal Assegaf: Lucu Deh

2. Fakta-fakta terkait Prostitusi Apartemen Kalibata City

Maraknya pratik prostitusi di Apartemen Kalibata City mengegerkan publik.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun melakukan sidak ke lokasi tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Anies bersama jajarannya menemui penghuni, pengelola dan aparat tingkat lingkungan setempat.

Anies Baswedan mengatakan, pihak pengelola Kalibata City harus bertanggungjawab untuk mengembalikan citra baik lokasi tersebut.

Sejumlah fakta pun terkuak, mulai dari harga sewa kamar yang murah, rendahnya pengawasan, hingga solusi dari Anies Baswedan.

BACA SELENGKAPNYA: Anies Baswedan Sidak, Berikut Ini Fakta-fakta Maraknya Prostitusi di Apartemen Kalibata

3. Dahnil Anzar Tanggapi Penggunaan Istilah 'Emak-emak'

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, angkat bicara soal penyebutan kata perempuan Indonesia menjadi "emak-emak".

Halaman
123