Diberitakan dari Kompas.com, menurut Wikipediawan pencinta bahasa Indonesia, Ivan Lanin, fenomena candaan Anak Jaksel semacam ini sudah berlangsung sejak lama.
Ini bukan fenomena musiman yang baru saja terjadi, sehingga keberadaannya akan tetap ada meski candaan "Anak Jaksel" sudah tidak lagi ramai diperbincangkan.
Adapun beberapa faktor yang diperkirakan melatarbelakangi fenomena "Anak Jaksel" adalah ingin terlihat berbeda, terbawa keadaan, faktor kuliah di luar negeri, dan faktor penguasaan bahasa Eropa. (TribunWow.com/Tiffany Marantika)