Saya lihat nggak satupun poin anda yang menjawab isi artikel berita tentang penilaianku kepada ketum anda.
Saya doakan suatu saat nanti anda akan lebih paham apa itu 'cohesion' dalam merespon ucapan orang lain," kicau Dedek.
Diberitakan sebelumnya, Dedek Prayudi melalui akun Twitternya menyebut Prabowo Subianto konsisten dalam menebar pesimisme dan ketakukan, terutama menjelang Pilpres 2019.
"Kami salut dengan konsistensi Pak Prabowo dalam menebar pesimisme, ketakutan dan kesesatan, terutama mendekati Pilpres 2019 ini," tulisnya, Minggu (9/9/2018).
Dedek Prayudi pun mengatakan jika berdasarkan data yang ia lihat, saat ini tren pembangunan di era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) telah berada pada jalur yang benar.
Ia pun menyindir Prabowo mengenai hal tersebut.
"Saya tidak yakin Pak Prabowo memahami indikator pembangunan, tapi hampir seluruh indikator ekonomi menunjukkan perbaikan signifikan dan sejalur dengan Pancasila," kata mantan peneliti kebijakan United Nations Population Fund ini dikutip dari Tribunnews.
Dedek Prayudi kemudian membahas mengenai kemiskinan yang turun hingga menyentuh level di bawah 10 persen pada 2018.
"Sedangkan, pengangguran menurun ke level 5,1 persen, terendah sejak era reformasi. Indeks Pembangunan Manusia meningkat diseluruh Provinsi," ujar Dedek Prayudi.
Dedek Prayudi mengungkapkan jika kenaikan paling tajam justru provinsi-provinsi di Timur Indonesia, yang penduduknya hanya 10 persen dari total penduduk Indonesia.
"Kalau hanya mementingkan efek elektoral, ngapain capek-capek membangun Indonesia Timur?" imbuhnya.
Pria yang kerap disapa Uki itu menilai tajamnya kenaikan Indeks Pembangunan Manusia di Indonesia Timur di era Presiden Joko Widodo menunjukkan bahwa pembangunan sedang dijalankan sesuai amanat Pancasila.
"Pak Presiden sedang menjalankan sila ke-5 Pancasila, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang selama ini cenderung dikesampingkan demi efek elektoral semata. Beliau bukan politisi, beliau adalah negarawan," ujarnya.
Sementara itu, diberitakan sebelumnya, Prabowo Subianto mengatakan jika Indonesia saat ini dalam keadaan terancam lantaran pembangunan tidak sesuai dengan nilai Pancasila.
"Dari semua indikator, kita terancam. Rupiah melemah," ucap Prabowo saat memberi sambutan di acara ulang tahun Djoko Santoso, Sabtu (8/9/2018). (TribunWow.com/ Ananda Putri Octaviani)