"Dalam kapasitas saya sebagi pemimpin Partai Demokrat, sekali-sekali saya mesti sampaikan pandangan & saran kepada negara & pemerintah."
"Saya konsisten untuk dukung kebijakan & tindakan pemerintah yang tepat & pro-rakyat. Namun, saya sampaikan kritik & saran jika yang ada sebaliknya."
"Setiap saya sampaikan pernyataan ~ ada yang setuju & dukung, namun ada yang menentang & marah. Tapi itu risiko saya. Demokrasi kan begitu."
"Memang keluarga & para sahabat saya sering tidak tega kalau saya "di-bully" habis, gara-gara pandangan & saran saya kepada pemerintah."
• Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke SBY, Fahri Hamzah: Setelah Bapak, Tidak Semua Pemimpin Ideal
"Sebagai mantan Presiden tentu tidak etis "tiap hari" berbicara, apalagi kalau bikin gaduh. Itu bukan karakter saya. Seringkali 'diam itu emas'.
"Nah, sbg pemimpin partai politik, dalam keadaan tertentu saya mesti berbicara... secara terukur & konstruktif. Ingat, "speak is silver."
SBY dalam cuitannya juga meminta izin untuk lebih sering berbicara kampanye Pemilu 2019 ini.
"Dalam kampanye Pemilu 2019 ini, izinkan saya untuk lebih sering berbicara, agar rakyat tahu apa yang akan Demokrat lakukan jika kelak dapat amanah," tulis akun @SBYudhoyono.
(TribunWow.com/ Roifah Dzatu Azmah)