Gejolak Rupiah

Dahnil Anzar: Siapapun Presidennya sejak Awal Rezim Ekonomi Rabun Jauh Terus Berkuasa di Indonesia

Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Claudia Noventa
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Dahnil Anzar Simanjuntak

TRIBUNWOW.COM - Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menuliskan alasan kebijakan pemerintah impor dan ekspor yang dinilainya salah untuk menghadapi kondisi perekonomian Indonesia.

Dilansir TribunWow.com dari akun Facebooknya, Dahnil Anzar Simanjuntak, Kamis (6/9/2018), terbit dengan tulisan berjudul 'Stop Rezim Impor' yang ditulis oleh Dahnil yang juga selaku Pengajar Ekonomi Keuangan Publik FEB Untirta.

Menurut Dahnil, membangun rezim ekspor dan merobohkan rezim impor dalam kebijakan ekonomi, bukan pekerjaan yang dilakukan satu tahun, namun harus dimulai dari periode awal.

Mahfud MD Ungkap Hasil Diskusinya dengan Halim Alamsyah soal Gejolak Rupiah

Ia menuliskan sejak awal rezim ekonomi rabun jauh telah berkuasa di Indonesia.

"Karena, memang sejak awal rezim ekonomi rabun jauh terus berkuasa di Indonesia, tak peduli siapa Presidennya, lakunya sama. Jadi, bila fundamental ekonomi kita kuat, tidak akan terlalu elastis pengaruhnya terhadap faktor eksternal, tapi karena memang fundamental ekonomi kita lemah ya jadi sangat elastis," tulisnya.

Menurutnya, fundamental ekonomi Indonesia tidak kuat dan perlu menghentikan rezim ekonomi rabun jauh.

"Dengan menghadirkan konsistensi janji politik ketika kampanye dengan kebijakan ekonomi yang dibuat ketika berkuasa."

Sandiaga Uno Prihatin dengan Melemahnya Rupiah yang Bisa Membuat Harga Kebutuhan Pokok Naik

Dalam postingannya, ia juga mengkritik langkah Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi), yang menurutnya membiarkan menterinya melakukan impor asal-asalan.

"Terkait Presiden Jokowi, Penting teks kampanye tentang kurangi impor yg dulu dibaca kemudian dilaksanakan sejak tahun awal, bkn kemudian membiarkan rente impor ugal-ugalan dilakukan menteri yang tidak bertuan Pada Pak Presiden, tapi bertuan pada Ketua Umum Partainya."

Dahnil Anzar juga menagih Tim Ekonomi Jokowi mempersiapkkan penjelasan detail dan langkah strategis yang akan dilakukan oleh Pemerintah terkait dengan kondisi ekonomi terkini, khususnya terkait dengan melemahnya Rupiah.

Mohamed Hekal Sebut Langkah Pemerintah Hentikan Impor Belum Tentu Jadi Solusi yang Tepat

"Ini penting, agar publik dan dunia usaha dalam dan luar negeri mendapat kepastian, dan saran saya jangan biarkan Pak Presiden Jokowi di Door Stop oleh wartawan menjelaskan terkait kondisi rupiah saat ini, tanpa dilengkapi teks, aduuuuuh buruk buat beliau pun wibawa Indonesia," pungkas Dahnil Anzar.

Diberitakan sebelumnya, Dahnil juga mengkritik kebijakan pemerintah untuk pembatasan impor dan ekspor untuk menghadapi gejolak rupiah.

Dilansir TribunWow.com, hal ini diungkapkan Dahnil Anzar melalui Twitter miliknya, @DahnilAnzar, Kamis (6/9/2018).

Dahnil Anzar Kritik Kebijakan Ekspor dan Impor Pemerintah Hadapi Gejolak Rupiah

Dahnil mengungkapkan pemerintah tidak bisa memaksa pengusaha mengurangi impor karena demand (permintaan konsumen) terhadap produk tinggi.

Menurutnya, pengusaha juga tidak bisa dipaksa untuk ekspor besar-besaran.

Halaman
12