Oleh sebab itu, BI memberikan apresiasi kepada pelaku ekonomi yang menjual valasnya sehingga menambah suplai di pasar.
Sementara itu, BI dan pemerintah akan terus melakukan langkah nyata untuk menurunkan defisit transaksi berjalan.
• Sandiaga Uno Tukar Dolar Miliknya ke Rupiah untuk Perkuat Ekonomi, Guntur Romli: Itu Omong Kosong
Meski menguat, Perry menuturkan pergerakan nilai tukar rupiah saat ini masih di luar nilai fundamentalnya.
Hal ini dapat dilihat dari beberapa indikator makro ekonomi Indonesia yang membaik.
Sebagai contoh, di bulan Agustus tercatat deflasi 0,05 persen.
Pertumbuhan ekonomi di semester II tahun 2018 tercatat 5,27 persen.
Sedangkan pertumbuhan kredit berada diatas 11 persen di bulan Juli 2018.
• Rupiah Mulai Menguat, Jusuf Kalla: Baguslah Ada Pengaruh dari Kebijakan Pemerintah
"Tentu saja (di luar fundamental). Kalau kita lihat, pergerakan inflasi yang sangat rendah, malah deflasi di Agustus, pertumbuhan ekonomi cukup bagus, perbankan yang kuat, kredit yang tumbuh lebih dari 10%,” ujar Perry.
Perry menambahkan, dibanding saat ini, ke depan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bisa terus menguat. (TribunWow.com/ Roifah Dzatu Azmah)