TRIBUNWOW.COM - Guru Besar Sosiolog Universitas Indonesia (UI), Tamrin Tomagola mengomentari detik-detik proklamasi yang merupakan rangkaian upacara dan perayaan Hari Ulangtahun yang ke-73 Indonesia.
Hal ini dikemukakan Tamrin melalui Twitter milikinya, @tamrintomagola, Jumat (17/8/2018).
Menurut Tamrin momen peringatan detik-detik proklamasi telah hilang gereget atau semangat.
Dikarenakan, ada beberapa faktor yang membuat momen semangat itu menghilang.
"Peringatan Detik-Detik Proklamasi telah kehilangan greget 'chemistry' nya sejak:
(1) Soeharto memusatkannya di Istana Merdeka dengan aura upacara militeristik;
(2) tidak ada pidato Presiden yang 'inspiring' seperti Bung Karno;
(3) ragam kostum adat terasa hambar sejak @jokowi milih tokoh intoleran," tulis Tamrin.
• 102.976 Narapidana Dapat Remisi di HUT Kemerdekaan ke-73 RI, Menkumham Terharu
Kicauan Tamrin Tomagola (Capture Twitter @TamrinTomagola)
Sementara itu, diberitakan sebelumnya dari Kompas.com, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tampak menggenakan pakaian adat Aceh dalam upacara peringatan kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia di Istana Presiden, Jakarta, Jumat (17/8/2018).
Jokowi mengatakan, Indonesia terdiri dari 714 suku yang berdiam di 43 provinsi serta 154 kota dan kabupaten.
Hampir setiap suku memiliki pakaian adat.
Ia pun ingin menunjukkan betapa kayanya Indonesia akan ragam adat budaya.
"Negara kita kan tradisinya banyak sekali. Pakaian adatnya ratusan, bahkan mungkin ribuan. Jadi banyak pilihan dan yang saya pilih, ini," ujar Jokowi, sesaat sebelum mengikuti upacara bendera.
Busana yang Jokowi kenakan bukan sewa, tidak pula beli.
Supaya tetap pas di badan, ia menjahit busana itu.
• Move On dari Kekalahan! Garuda Muda Siap Beri Hadiah Kemenangan untuk HUT ke-73 RI