TRIBUNWOW.COM - Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi menanggapi pernyataan Prabowo Subianto yang melarang tim juru bicaranya memberikan komentar negatif di Asian Games 2018.
Dilansir TribunWow.com, hal itu disampaikannya melalui akun Twitter, @TeddyGusnaidi, yang diunggah pada Jumat (17/8/2018).
Teddy Gusnaidi mengatakan jika rekam jejak negatif pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sudah menjadi fakta.
• Viral, Demi Berkibarnya Sang Merah Putih, Siswa SMP di NTT Lakukan Aksi Panjat Tiang Bendera
Menurutnya, Asian Games menjadi kamuflase untuk menutupi ketidakmampuan dalam mencari pembenaran dari fakta negatif tersebut.
@TeddyGusnaidi: Karena mereka bingung mau menjawab apa. Rekam jejak negatif Prabowo & Sandiaga, bukan lagi isu, tapi fakta. Asian Games hanya kamuflase untuk menutupi ketidakmampuan mencari pembenaran dari fakta negatif tersebut. @prabowo @sandiuno @Gerindra @PKSejahtera @Official_PAN @PDemokrat .
Cuitan Teddy Gusnaidi (Capture Twitter)
Seperti diberitakan Kompas.com, Prabowo Subianto melarang jubir pasangan Prabowo-Sandiaga Uno untuk menyatakan komentar yang bernada negatif selama penyelenggaraan Asian Games 2018, pada 18 Agustus hingga 2 September 2018.
"Pesan Pak Prabowo kepada seluruh jubir atau yang berbicara untuk pasangan Prabowo-Sandi, mulai 18 Agustus sampai 2 September, untuk tidak mengomentari hal-hal negatif," ujar Cawapres Sandiaga Uno.
Menurut Sandiaga, larangan tersebut bertujuan agar tidak mengganggu konsentrasi para atlet Indonesia yang tengah bertanding.
• Rachmawati Soekarnoputri Beri Penghargaan The Star of Soekarno ke Prabowo Subianto
Larangan juga berlaku bagi pernyataan-pernyataan yang terkait di bidang politik.
Sandiaga menegaskan bahwa pihaknya ingin mendukung suksesnya penyelenggaran Asian Games 2018. Pihak Prabowo-Sandiaga juga mendorong para atlet meraih prestasi yang terbaik.
Sandiaga juga mengungkapkan adanya kemungkinan larangan berkomentar negatif akan diterapkan pasca-penyelenggaraan Asian Games 2018 hingga Pilpres 2019.
• Jadi Jubir Kampanye, Farhat Abbas Pamer Video di Istana Merdeka Bersama Emak-emak Pendukung Jokowi
Dengan begitu, kontestasi pada Pilpres 2019 berjalan dengan bermartabat dan tidak saling menjatuhkan antar-pasangan capres-cawapres.
"Kalau misalnya bagus, hal ini akan kami teruskan (pasca-Asian Games) karena masyarakat pasti akan menilai, masyarakat tentu menginginkan pemilu yang bermartabat dan saling menjatuhkan itu bukan martabat bangsa," tutur Sandiaga. (TribunWow.com/Rekarinta Vintoko)