Pilpres 2019

Ratna Sarumpaet Sebut Jokowi Gagal, Jubir PSI: Kengototan Anda Akan Bermanfaat Apabila Berisi

Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Claudia Noventa
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Uki dan Ratna Sarumpaet

TRIBUNWOW.COM - Juru Bicara (jubir) bidang kepemudaan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedek Prayudi, memberikan komentar pada kicauan aktivis, Ratna Sarumpat di Twitter.

Melalui Twitter miliknya, @Uki23, Dedek Prayudi membalas tweet Ratna soal kritikannya pada Joko Widodo (Jokowi), Minggu (12/8/2018).

Hal ini bermula dari tweet Ratna yang membalas dari akun netizen @Pramana04503402.

"Kebencian ibu sama jokowi sudah terlalu dlm, jd siapapun yg mndampingi pak jokowi dan apa pun yg dilakukannya pasti ga ada benernya di mata ibu," tulis @Pramana04503402.

"Saya tidak punya alasan mbenci @jokowi Aku marah pada orang2 yg memanfaatkan ketidak mampuannya memimpin RI; marah Pada banyaknya orang2 kayak kamu @pramana04503402 yg tidak cukup cerdas untuk mampu melihat kehancuran RI di bawah pemerintahannya yg gagal total," ujar @RatnaSpaet.

Ganjar Pranowo Pamer Makan Ikan Bersama Menhub dan Menlu, Susi Pudjiastuti: Bicara saja Bikin Ngiler

Jawaban dari Ratna itu dibalas oleh Dedek Prayudi yang mengatakan jika penilaian yang diberikan Ratna pada pemerintahan seharusnya lebih obyektif.

Dedek pun menambahkan jika ia menyukai kengototan dari Ratna, namun Dedek menganggap jika kengototan dari Ratna tidak berisi.

"Anda mesti banyak belajar tentang indikator pembangunan dan cara membaca data bu, supaya objektif dalam menilai keberhasilan maupun kegagalan.

Saya sangat suka dengan kengototan anda.

Hanya saja kengototan anda akan bermanfaat apabila ada isi. Itu yang saya sayangkan." balas Dedek Prayudi.

Tweet Dedek Prayudi (Capture Twitter @uki23)

Prabowo-Sandiaga Menangi Polling Twitter yang Diadakan Akun Resmi Komunitas Nahdatul Ulama

Sementara itu, diberitakan sebelumnya dari Tribunnews, pembangunan di wilayah perbatasan Indonesia merupakan wujud nyata bahwa negara hadir di bidang keamanan dan kesejahteraan.

Utamanya untuk menumbuhkan rasa nasionalisme masyarakat di perbatasan, serta meyakinkan bahwa mereka merupakan bagian penting dari bangsa ini.

"Ketika hidup masyarakat kita di perbatasan sudah baik, maka mereka dengan sendirinya akan berpikir tentang keamanan," kata Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko di Jakarta, Kamis (26/7/2018).

Menurutnya, sebagai negara yang merentang luas dan berbatasan dengan negara lain, Indonesia tidak terhindarkan dari masalah-masalah di perbatasan.

Mulai dari pergeseran patok, sampai kejahatan transnasional berupa penyelundupan atau imigran ilegal.

Jokowi dan Maruf Amin Jalani Serangkaian Tes Kesehatan sebagai Capres dan Cawapres

Halaman
12