TRIBUNWOW.COM - Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Kiai Haji Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) angkat bicara mengenai kabar politik praktis yang terjadi dalam NU.
Dilansir TribunWow.com, hal tersebut laman Instagram @s.kakung yang diunggah pada Kamis (9/8/2018).
Gus Mus mengatakan apabila NU bukanlah sebuah partai politik.
Oleh karenanya, pengurus NU tidak perlu ikut pusing mengahadapi Pilpres 2019 dan Pileg 2019 nanti.
Menurutnya, NU sudah memiliki pandangan sendiri dalam berpolitik.
• Viral Jenderal Kardus, Putra Jokowi Gibran Rakabuming akan Launching Kardus Terbaru Markobar
@s.kakung: NU bukan partai politik dan secara organisatoris tidak terikat dengan organisasi politik.
Maka warga NU terutama yang menjadi pengurus NU tidak perlu ikut galau dan pusing menghadapi Tahun Politik dewasa ini, termasuk menghadapi Pilpres dan Pileg.
NU sudah punya Qanun Asasi, Khittah NU, dan Pedoman Berpolitik Warga NU. Tinggal baca.
Selebihnya kita memohon saja kepada Allah Al-Mu'izzul Mudzill, agar kita diberi pemimpin-pemimpin yang amanah, yang takut kepadaNya, dan memiliki belas-kasih kepada rakyat mereka.
Melalui akun Twitternya, Gus Mus juga mengingatkan kepada para pungurus agar tak membicarakan politik praktis di kantor NU lantaran bukan tempatnya.
Lebih lanjut, Gus Mus meminta supaya para pengurus hati-hati dalam berucap, terutama terkait dengan politik praktis.
@gusmusgusmu: Para pengurus/pemimpin NU yang harus bersikap hati-hati dalam menyampaikan pernyataan-pernyataan; terutama bila berkaitan dengan politik praktis.
Dan sebaiknya tak usah bicara politik praktis di kantor NU. Bukan tempatnya.
• Ruhut Sitompul: Rumah Sebelah Memanas, Pak SBY Bergabunglah dengan Koalisi Jokowi sebelum Terlambat
Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar NU (PBNU) Said Aqil Siradj memberikan isyarat apabila NU tak setuju jika Mahfud MD dipilih sebagai cawapres Joko Widodo (Jokowi).
Dikutip dari Kompas.com, Said Aqil mengatakan apabila PBNU menawarkan kadernya sebagai cawapres.