TRIBUNWOW.COM - Wakil Sekretaris Jendral DPP Partai Demokrat, Rachland Nashidik memberikan komentar atas cuitan budayawan Sudjiwo Tedjo.
Dilansir TribunWow.com melalui Twitter milik Sudjiwo Tedjo, mulanya ia menuliskan sikap pembelaan terhadap Jokowi yang menganjurkan pendukungnya agar tak cari musuh namun siap berkelahi.
Menurut Sudjiwo, hal ini berkaitan dengan mata kuliah Kewiraan.
Dikutip dari epi.edu, Kewiraan merupakan nama lain dari mata kuliah pendidikan kewarganegaraan.
Kewiraan berasal dari kata Vir atau Wira yang artinya pahlawan, pastriot, satria, berani, champian, perkasa.
Sedangkan Kewiraan merupakan kata sifat dari wira.
• Din Syamsudin Nyatakan Umat Muslim Tidak Boleh Terpecah Karena Perbedaan Politik
Sudjiwo pun menambahkan jika pembelaannya ini bukan karena sikap politiknya.
Ia juga membandingkan jika Prabowo benar, maka ia akan siap membela.
"Kali ini aku bela Pak Jokowi soal anjurannya ke pendukungnya agar tak cari musuh tapi siap berkelahi. Ingat matkul Kewiraan bahwa “kalau ingin damai, selalu bersiaplah untuk berperang.” Kali lain, kalau Prabowo benar, aku akan belain. Karena aku bebas, job-jobku dari Tuhan. Tak dari mereka," tulis Sudjiwo.
Menanggapi hal itu, Wasekjen Partai Demokrat pun memberikan tanggapan dengan membalas pada Twitter Sudjiwo.
Rachland mengatakan jika perang yang merupakan arahan dari Jokowi itu seharusnya ditujukan untuk melawan tentara negara orang.
"Perang itu melawan tentara negara orang. Rakyat sendiri kok diperangi," jawab Rachland.
• Sindir Sekjen PDIP, Ratna Sarumpaet: Dia Paham Nawa Cita saja Enggak
Kicauan Sudjiwo Tedjo dibalas Rachland Nashidik (Capture Twitter)
Selain itu, Sudjiwo juga memberikan kicauan lain yang juga mengarah pada pembelaannya pada sikap Jokowi.
"Aku bukan pendukung Pak Jokowi atau siapa pun.
Tapi janganlah kebencianmu pada Pak Jokowi sampai menghapus kutipan depan beliau “jangan mencari musuh” dan hanya kutip belakangnya (tapi) “kita harus siap berkelahi”. Menurutku ini gak fair.," tulis Sudjiwo.