Rupiah Kembali Melemah, Faisal Basri: Terendah Sepanjang Sejarah

Penulis: Qurrota Ayun
Editor: Wulan Kurnia Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pakar Ekonomi Universitas Indonesia Faisal Basri, yang juga mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas.

TRIBUNWOW.COM -  Kementrian Keuangan mencatat sepanjang semester I 2018, rata-rata nilai tukar rupiah terhadap dolar AS adalah Rp 13.746.

Angka tersebut menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah melemah dari tahun 2017, yakni sekitar Rp 13.500.

“Faktor negatif yang harus kita waspadai adalah ketidakpastian pasar, kebijakan perdagangan AS terhadap partner dagangnya.” Ungkap Menteri Keuangan, Sri Mulyani dari Kompas.com.

Sementara, pembangunan infrastruktur yang sedang dilakukan pemerintah diharapkan mampu memicu investasi di Indonesia dan menguatkan nilai tukar terhadap dolar AS.

Namun, upaya pemerintah dalam meningkatkan nilai tukar rupiah rupanya belum membuahkan hasil.

Pasalnya, saat ini nilai tukar terhadap dolar AS kembali melemah.

Pakar Ekonomi, Faisal Basri turut memberikan komentar mengenai penurunan nilai kurs Rupiah terhadal dolar AS.

Bahkan Faisal menyebut jika rerata tahunan nilai tukar rupiah adalah terendah sepanjang sejarah.

“Sampai hari ini (2 Agustus 2018), rerata tahunan nilai tukar rupiah adalah Rp 13.863 per dolar AS, terendah sepanjang sejarah,” tulis Faisal Basri dalam akun Twitternya pada Jum’at (2/08/2018).

 Dari tahun 2010 rata-rata nilai tukar rupiah terhadap dollar AS terus mengalami penurunan.

Dikutip dari data statistik Bank Indonesia Nilai kurs jual Rupiah terhadap dollar AS terus mengalami penurunan dari Rp 14.481 pada Senin (30/07/2018) hingga mencapai Rp 14.518 pada Kamis (2/08/2018).

Nilai tukar Rupiah terhadap dollar AS (https://www.bi.go.id/id/moneter/informasi-kurs/transaksi-bi/Default.aspx)
(TribunWow.com/Qurrota Ayun)