TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menjawab cuitan dari Direktur LP3ES Rustam Ibrahim yang menyebut bahwa pemerintah tak perlu menanggapi Fahri.
Mulanya, Fahri Hamzah menuliskan cuitan yang menyindir Presiden Joko Widodo (Jokowi) lewat akun Twitter @Fahrihamzah, Kamis (26/7/2018).
Fahri menilai Jokowi tidak bisa bekerja.
Wakil DPR RI itu menyebut bahwa saat ini anggaran APBN habis tanpa hasil, ia juga menambahkan hingga saat ini kasus penyidik KPK Novel Baswedan tak kunjung selesai.
"Kalau aku punya hak eksekusi semua aku selesaikan sehari...kemana aja bapak jokowi? Pembiaran ini namanya apa? Kerja..kerja..kerja apa? Uang APBN habis tapi hasilnya apa? Korupsi Gak selesai...kasua novel Gak selesai..Trus rakyat harus memilih lagi atas dasar apa?," tulis Fahri.
• Ronaldo Dinyatakan Bersalah terkait Kasus Penipuan Pajak, Didenda 19 Juta Euro dan Penjara Dua Tahun
Lantas cuitan tersebut mendapat tanggapan dari netizen dengan akun @BerniKusen.
Akun @BerniKusen berharap agar jubir presiden, Johan Budi memberikan klarifikasi terkait pernyataan Fahri Hamzah.
"Great. Mohon dgn sesangat2nya jubir presiden resmi Pak Johan Budi utk mengklarifikasi pernyataan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. Sebuah tantang dari wakil rakyat yg harus dijawab oleh istana dgn dalil2 politik pencerahan, argumentatif. Ini masalah kepercayaan publik for #2019," tulis akun @BerniKusen.
Fahri lantas memberikan balasan kepada akun @BerniKusen dan sepakat dengan cuitan akun tersebut.
"Setuju...!," tulis Fahri.
Direktur LP3ES, Rustam Ibrahim juga memberikan tanggapan terkait cuitan Fahri Hamzah yang menilai Jokowi tidak bekerja.
Rustam menilai jika Fahri tampak ingin ditanggapi oleh Presiden Jokowi, namun menurutnya, cuitan Fahri Hamzah itu tidak perlu dilayani.
"Fahri Hamzah @Fahrihamzah tampaknya pingin sekali ada tanggapan dari Presiden @jokowi paling tidak jubirnya. Sayangnya, mereka mungkin berpendapat pernyataan tersebut tidak perlu dilayani secara resmi. Cukup pendukung2nya saja, hehehe," tulis Rustam.
• Wasekjen Demokrat: Saya Mau Ganti Presiden, kalau Harus Bekerjasama dengan Setan Saya Lakukan
Mendapat tangapan dari Rustam, Fahri mengaku tidak masalah jika tidak dilayani.
Fahri justru menilai pihak pemerintah tidak memiliki jawaban.