Teddy Gusnaidi: SBY Masih Tidak Bernyali untuk Berkoalisi dengan Prabowo

Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Wulan Kurnia Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Teddy Gusnaidi, SBY dan Prabowo

SBY menceritakan bahwa pertemuan di Cikeas pada tahun 2017 membahas tentang Presidential Threshold yang menurutnya bertentangan dengan kondisi bangsa saat ini.

Sedangkan pada pertemuan SBY dan Prabowo, ada tiga hal yang berhasil dibahas, yakni:

1. Komitmen bersama selaku Pemimpin Gerindra dan Pemimpin Demokrat untuk menciptakan Pemilu 2019 yang berlangsung secara jujur, adil, dan damai.

2. Kami mendiskusikan perkembangan situasi nasional, terutama yang dihadapi dan dialami oleh rakyat Indonesia.

3. Atas dasar tersebut, kami membahas koalisi Partai Demokrat dan Gerindra dan partai-partai lainnya.

Adakan Pertemuan Khusus, Prabowo, SBY dan AHY Kompak Kenakan Batik Senada

Setelah itu, SBY dan Prabowo sepakat agar Pilpres 2019 tidak menggunakan isu SARA.

Selanjutnya, SBY berharap agar Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersikap netral.

SBY juga berharap agar rakyat menggunakan hak suaranya dalam proses menuju Pilpres 2019.

Jika hal tersebut telah terlaksana dengan baik, SBY mengaku akan menerima siapapun yang menang dalam pemilihan.

Kemudian, SBY memberikan pandangannya terkait situasi 4 tahun terakhir tentang kesenjangan sosial, ekonomi, kesejahteraan rakyat, lapangan pekerjaan, situasi moneter, kondisi fiskal, investasi dan dunia usaha yang belum bergerak penuh, kebijakan pajak, situasi energi dari BBM hingga tarif dasar listrik.

SBY menegaskan bahwa dirinya dan Prabowo sama-sama menyoroti tentang kesejahteraan rakyat Indonesia yang mana 40 persennya merupakan golongan bawah.

Soal Cawapres, Prabowo: Kalau Pertemuan Nanti Nama AHY yang Muncul, Why Not?

SBY berharap agar konstitusi, undang-undang selalu dipatuhi dalam kehidupan bernegara.

Lebih lanjut, SBY ingin pemerintah menanggulangi berita hoax dan fitnah.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengucapkan terima kasih kepada SBY dan mengaku akan membangun pertemuan lebih intensif.

Ketua Umum Gerindra itu juga menyebut bahwa dirinya sudah meminta izin kepada Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk bertemu dengan SBY.

Halaman
123