Perang Cuitan 'Caleg Demokrat dan Caleg PSI' terkait Angka Kemiskinan World Bank dan BPS

Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Fachri Sakti Nugroho
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Dedek Prayudi dan Taufik Rendusara

Atas tweet itu, perang cuitan pun terjadi antar kedua caleg tersebut.

@TopeRendusara: Orang kalau kepepet minta bantuan wajar, cuma bisa ngandelin data 'Trend dunia' gak berani pakai standard nasional. Katanya saya pancasila, saya Indonesia, piye jal ?

@Uki23: Standard nasional yang anda maksud itu apa? UU 146 tahun 2013 ga ada, adanya 2014 dan itu tentang pendidikan usia dini mas. Mas do you really understand what youre talking about?

@TopeRendusara: Kemensos itu mengeluarkan UU No 146 tahun 2013. Coba aja di searching tanya mbah google, gue males capture capture kasih tahu orang males

@Uki23: Masih tentang si caleg @PDemokrat ini, setelah saya berkali-kali menanyakan point argumen beliau apa dan tak pernah dijawab, kecuali UU 146/2013 yang ternyata ngga ada (adanya 2014 ttg pendidikan usia dini), beliau mencerahkan saya dengan sesuatu yg baru. Kemensos KELUARIN UU!!

Perang Cuitan caleg Demokrat dan PSI (Capture Twitter)

Sementara itu, diberitakan sebelumnya dari Tribunnews, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat untuk pertama kalinya persentase angka kemiskinan di Indonesia mengalami titik terendah, yaitu sebesar 9,82 persen pada Maret 2018.

Dengan persentase kemiskinan 9,82 persen, jumlah penduduk miskin atau yang pengeluaran per kapita tiap bulan di bawah garis kemiskinan mencapai 25,95 juta orang.

"Maret 2018 untuk pertama kalinya persentase penduduk miskin berada di dalam 1 digit. Kalau dilihat sebelumnya 2 digit. Jadi ini memang pertama kalinya dan terendah," ujar Kepala BPS Suhariyanto, di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Senin (16/7/2018).

Apabila dibandingkan dengan periode sebelumnya yakni September 2017, angka kemiskinan tercatat sebesar 10,12 persen atau setara dengan 26,58 juta orang.

Jika dilihat lebih rinci penurunan angka kemiskinan ini terjadi di perkotaan dan perdesaan, penduduk miskin di perkotaan pada Maret 2018 sebesar 7,02 persen, turun dibandingkan September 2017 sebesar 7,26 persen. (TribunWow.com/Tiffany Marantika)