Tudingan Pelanggaran HAM Orde Baru, Tommy Soeharto: Harusnya Diungkap di Masa Awal Reformasi

Penulis: Woro Seto
Editor: Fachri Sakti Nugroho
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

?Tommy Soeharto saat menjadi narasumber Mata Najwa

Demonstrasi mahasiswa Universitas Trisakti merupakan rangkaian aksi yang menuntut reformasi.

Tuntutan reformasi tersebut sudah dilakukan sejak awal 1998.

Aksi mahasiswa semakin menjadi ketika Soeharto diangkat menjadi presiden untuk ketujuh kalinya dalam Sidang Umum MPR pada 10 Maret 1998.

Sebelum Sidang Umum MPR, mahasiswa menggelar aksi di dalam kampus, namun setelah sidang itu digelar mahasiswa mulai bergerak ke luar kampus.

Aksi tersebut berjalan dari pukul 11.00-17.00 WIB.

Setelah itu mahasiswa kembali ke kampus.

Tanpa diketahui pemicunya, aparat tiba-tiba menyerang mahasiswa.

Terdengar letusan senjata dari arah aparat keamanan.

Massa aksi panik dan berhamburan. Ada yang berlari ke arah kampus dan ada juga yang melompati pagar jalan tol demi keselamatan diri.

Aparat mulai memukuli mahasiswa. Perlawanan dilakukan, mahasiswa mulai melempar aparat kemanan dengan benda apa pun dari dalam kampus.

Penembakan terjadi bukan hanya dari aparat yang di depan massa, namun juga dari atas fly over Grogol dan jembatan penyebrangan.

Aparat kemanan tidak hanya menembak dengan menggunakan peluru karet.

Pihak kampus mengaku menemukan adanya tembakan terarah menggunakan peluru tajam.

"Kita sudah bilang aparat jangan represif, tapi kok seperti ini. Mahasiswa saya ditembaki dengan peluru tajam dan itu berlangsung di dalam kampus," ujar Adi Andojo yang dikutip dari Kompas.

"Padahal seharusnya ada prosedurnya. Kok ini tiba-tiba pakai peluru tajam, dan mereka (mahasiswa) sudah berada di dalam kampus. Padahal mahasiswa tidak melawan, tidak melempar batu, dan tidak melakukan kekerasan. Mahasiswa saya itu sudah berangsur-angsur pulang ke kampus," kata Adi.

Halaman
123