Piala Dunia 2018

8 Alasan Tersingkirnya Jerman dari Piala Dunia 2018, dari Pertahanan hingga Kesalahan Joachim Low

Penulis: Rekarinta Vintoko
Editor: Wulan Kurnia Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Timnas Jerman di Piala Dunia 2018

2. Tidak ada Sane

Pemain muda terbaik Liga Premier, menurut PFA, Leroy Sane memiliki kemampuan yang lebih namun tak diikutkan oleh Joachim Low.

Keserbagunaannya (dia bisa bermain sebagai pemain sayap, playmaker, atau pemain depan) dan kemampuan menggiring bolanya akan ideal untuk membuka pertahanan tertutup tim lawan.

Jadwal Live Piala Dunia 2018, Panama Vs Tunisia Pukul 01.00 WIB di Trans 7: Jadi Pelajaran Berharga

3. Tidak memiliki titik referensi menyerang

Low belum memiliki pencetak gol yang berpengalaman di turnamen atau pun di kualifikasi.

Thomas Muller dan Sandro Wagner tercatat sebagai pencetak gol terbanyak di kualifikasi dengan lima gol masing-masing.

Jerman menorehkan rekor gol dengan 43 berkat fakta bahwa mereka mencetak gol melalui 21 pemain yang berbeda.

Namun Jerman harus tersingkir dari Piala Dunia dengan hanya mencetak dua gol, dari Marco Reus dan Toni Kroos melawan Swedia.

4. Toni Kroos

Semua tanggung jawab bola selalu ke Toni Kroos.

Kroos akan selalu menerima bola dari pemain bek seperti Hummels atau Boateng ketika dalam posisi efektif.

Namun Jerman yang selalu mendapatkan bola dari belakang, menjadi terlalu mudah ditebak oleh tim lawan.

Hasil Pertandingan Piala Dunia 2018, Kamis 28 Juni 2018: Singkirkan Serbia, Brasil Juarai Grup E

5. Manuel Neuer

Meskipun tampil buruk dalam laga melawan Korea Selatan, Manuel Neuer itu sama sekali tidak bertanggung jawab atas tersingkirnya Jerman.

Low terkesan keras kepala saat bertaruh pada penjaga gawang Bayern ini sebagai starter daripada menggunakan kiper, Marc-Andre ter Stegen setelah tahun yang luar biasa di Barcelona.

Halaman
123