TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid memberikan tanggapannya terkait penyerangan Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) kepada pasukan TNI di Kampung Tirineri, Distrik Yambi, Kabupaten Puncak Jaya, Sabtu (16/6/2016).
Seperti diberitakan Kompas.com, saat anggota Kodim 1714/PJ melaksanakan tugas patroli tiba-tiba mereka diberondong oleh KKSB sekitar pukul 14.30 WIT.
Peristiwa itu mengakibatkan tiga anggota prajurit TNI terluka.
Ketiga anggota TNI adalah Pratu E anggota Yonif 753/AVT yang mengalami luka tembak di lengan sebelah kiri, sedangkan dua korban lainnya mengalami luka bekas kaca pecahan mobil di bagian pelipis dan paha.
• Tanggapi Kritikan Misbakhun ke AHY, Ferdinand Hutahaean: Siapapun Berhak untuk Kritik Pemerintah
Terkait hal tersebut, Hidayat Nur Wahid memberikan komentarnya melalui akun Twitter, @hnurwahid, yang diunggah pada Minggu (17/6/2018).
Politisi PKS itu mengatakan jika serangan seperti itu sudah terjadi beberapa kali.
Namun masih saja disebut sebagai "Serangan Kelompok Bersenjata".
Menurutnya, dengan merujuk definisi terorisme di dalam Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, seharusnya tindakan jelas termasuk terorisme.
"Ini serangan unt yg kesekian kali thd TNI&PolRI di Papua. Tapi masih juga hanya disebut sbg “Serangan Kelompok Bersenjata”. Pdhl kalau menurut definisi ttg Terorisme dlm UU ttg pemberantasan tindak pidana terorisme, yg baru disahkan, maka tindakan mrk jelas termasuk TERORISME," tulis Hidayat Nur Wahid.
• Tindakan Preventif Agar Tak Dimangsa Ular Hingga Cara Melepaskan Diri dari Lilitan Ular Piton
Atas postingan tersebut, Pakar Hukum sekaligus Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Padjajaran Romli Atmasasmita turut memberikan komentarnya.
Romli mengatakan jika pelaku dalam kejadian tersebut adalah teroris.
"mrk jelas teroris," tulis akun @romliatma, Minggu (17/6/2018).
• Pimpinan Cradle Fund Malaysia Tewas di Kamarnya, Diduga Terkena Ponsel yang Meledak saat Dicharger
Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf Muhamad Aidi mengungkapkan, dalam suasana Idul Fitri di Kabupaten Puncak Jaya, pihaknya secara intens melakukan patroli.
"Jadi, ketika Tim Patroli yang dipimpin Kasdim 1714/PJ, Mayor Inf Dwi Soerjono dengan menggunakan tiga unit mobil diberondong di ruas jalan Kampung Tirineri, oleh kelompok KKSB," ungkapnya, Sabtu malam seperti dikutip dari Kompas.com.
Atas peristiwa itu, lanjut Aidi, Tim Patroli berusaha melaksanakan perlawanan sambil melaksanakan pengunduran untuk mengevakuasi korban ke RSUD Mulia Puncak Jaya.