Seorang Pria Jadi Kepala Sekolah Sekaligus TU hingga Guru SD Kelas 1-6 di Riau, Kisahnya Viral

Penulis: Lailatun Niqmah
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bambang yang rangkap semua jabatan di SD, Riau

TRIBUNWOW.COM - Seorang pria bernama Bambang Irawan mendadak menjadi perbincangan publik lantaran merangkap semua jabatan di sebuah Sekolah Dasar (SD).

Dilansir TribunWow.com, kisah tersebut dibagikan oleh akun Facebook @Eris Riswandi pada Jumat (8/6/2018).

Pria berusia 45 tahun itu dikenal sebagai kepala sekolah, wali kelas untuk kelas 1 hingga kelas 6, pengurus tata usaha, hingga pengajar olahraga.

Menurut akun tersebut, Bambang sendirian mengurus sekolah sejak tahun 2014.

Fahri Hamzah: Pak Jokowi Berhentilah Memperkeruh Suasana Ramadan

Sebelumknya, sudah beberapa kali dilakukan perekrutan guru honorer untuk membantunya mengajar.

Akan tetapi sama sekali tidak ada yang mendaftar.

Diketahui, lokasi sekolah tersebut adalah SDN 6 Sungai Danai, Parit Penyerok, Desa Sungai Danai, Kecamatan Pulau Burung, Indragiri Hilir, Riau.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui bagaimana cara Bambang mengelola sekolah tersebut, termasuk cara membagi waktu mengajar.

"Namanya Pak bambang Irawan, usianya saat ini ±45 tahun, beliau merupakan seorang Kepala Sekolah, seorang Guru kelas, seorang wali kelas untuk kelas 1 sampai 6, seorang Tata usaha, dan seorang guru olahraga.

Lho kenapa begitu ? yap, sejak 4 tahun yang lalu tepatnya di tahun 2014 sampai hari ini Pak Bambang harus mengurus sekolah ini sendirian. .

Tanggapan Grace Natalie soal Tudingan Selingkuh dengan Ahok hingga Minta Bukti Video Asusila Dirilis

Tidak ada yang membantu, semua dikerjakan sendirian.

Mulai dari mengajar enam kelas dalam satu hari yang saya juga masih belum tau bagaimana caranya, membuat soal ujian, periksa hasil ujian, isi rapor anak-anak,

bahkan saat ini beliau sedang mempersiapkan akreditasi sekolah pun sendirian (bagi para pengajar pasti tau bagaimana ribetnya proses akreditasi).

Kadang kelas harus diliburkan karena ada laporan yang harus beliau antarkan ke pihak terkait. .

Sudah beberapa kali dilakukan perekrutan untuk guru honorer, tetapi sama sekali tidak ada yang mau mendaftar.

Faizal Assegaf Sebut Koalisi Keumatan Cerminan Frustasi hingga Tuding Oposisi Teror Pendukung Jokowi

Halaman
12