TRIBUNWOW.COM - Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, telah resmi dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta oleh Presiden Joko Widodo pada Senin (16/10/2017) pukul 16:00 WIB.
Perolehan suarapada putaran kedua Pilgub DKI diraih pasangan calon nomor pemilihan tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno dengan 3.240.987 atau 57,96 persen.
Adapun pasangan nomor pemilihan dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat memperoleh 2.350.366 atau 42,04 persen.
Kemenangan Anies-Sandi merupakan hasil dukungan dari koalisi partai politik berbasis islam, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Gerindra.
Hingga kini, jelang tahun politik pilpres yang akan terselenggarakan pada tahun 2019, berbagai ramalan mengenai pengaruh parpol islam digadang-gadang masih akan memiliki pengaruh.
• Sindir Fahri Hamzah soal Teroris Masuk Kampus, Rustam Ibrahim: Mbok Ya Mikir
Namun hal ini dibantah oleh Politisi Demokrat, Andi Arief.
Melalui akun twitter pribadinya @AndiArief_, dirinya membeberkan kekeliruan masyarakat terhadap kemenangan Anies-Sandi dan pengaruh parpol Islam.
@AndiArief__: Pilkada DKI banyak yang keliru menafsirkan kemenangan Anies-Sandi.
Seolah-olah politik Islam sedang dapat momentum.
Bisa diuji di Pilgub jateng dan sumut serta dilihat dampaknya dg elekt Prabowo dan partai Islam PKS dan PAN yang cenderung turun.
Kicauan Andi Arief (Twitter)
• Megawati Sebut Kritik Harus Berhadapan Langsung, Suryo Prabowo: Jiwa Pancasila Tak Seperti Itu
Diketahui, kini menghadapi Pilpres 2019, terdapat sejumlah parpol yang membentuk Koalisi Umat.
Empat parpol yang bergabung membentuk koalis umat diantara lain seperti; Gerindra, PKS, PBB, dan PAN.
Koalisi ini didapatkan setelah melakukan diskusi dengan Imam Besar FPI, Habib Rizieq pasca melakukan pertemuan di Mekah.
Pada kesempatan itu, Rizieq menyampaikan hanya akan mendukung koalisi yang didukung penggawa alumni 212, aksi massa yang dulu besar mengusung isu penegakan hukum untuk Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menista agama.
Sebelumnya, Rustam Ibrahim sempat meminta kepada seluruh pendukung ganti presiden untuk merujuk pemerintahan Anies-Sandi.