Pemerintah Impor Beras 500 Ribu Ton, Hidayat Nur Wahid: Mendag Ngotot, Mana Janji Kampanyenya Dulu

Penulis: Woro Seto
Editor: Woro Seto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Hidayat Nur Wahid

TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid mengkritisi soal keputusan impro beras sebanyak 500 ribu ton.

Dilansir TribunWow.com, melalui akun Twitter @hnurwahid yang ia tuliskan pada Selasa (22/5/2018).

Hidayat Nur Wahid mengaku kecewa dengan pemerintah.

Lantaran pemerintah melalui Kementerian Perdagangan akhirnya membuka keran impor beras pada tahun 2018. Sebanyak 500.000 ton beras akan diimpor dari Vietnam dan Thailand.

Menurutnya, langkah ini tidak sesuai dengan janji pemerintahan Joko Widodo.

"Dulu kan sempat dinyatakan Pak Jokowi tidak akan impor beras. Ini kan semuanya dicatat oleh rakyat, jadi hari-hari ini publik dikagetkan dengan izin impor dari Kemendag dengan 500 ribu ton beras," kata Hidayat kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/1/2018) yang dilansir dari Tribunnews.com.

Ditanya Siapa yang Paling Ganteng di Keluarga Jokowi, Gibran Rakabuming: Mas AHY

Wakil Ketua MPR RI ini menyebutkan, sekalipun hanya untuk stok dan tidak disalurkan ke daerah, namun tetap saja kata-kata impor itu tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan dulu.

"Apalagi semakin banyak kepala daerah yang menegaskan bahwa daerahnya itu surplus beras seperti Banten, Jatim, Jateng dan Sulsel. Banyak sekali pimpinan kepala daerah yang tegas mengatakan lebih memilih untuk membeli dari daerah-daerah yang lain," kata Hidayat.

Dirinya juga mengutip pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yang tidak setuju dengan impor beras.

"Mendingan beli dari Banten, Jabar atau Sulsel ya. Kalau Jakarta memang nggak ada sawahnya kan pasti dia akan beli dari sekitarnya," kata Hidayat.

Hidayat menjelaskan, memang sudah seharusnya Presiden Jokowi mendengarkan keluhan dari rakyat.

"Dan penting juga bagi Pak Jokowi untuk menegaskan akan segera panen raya karena banyak daerah surplus beras sekaligus meminta untuk tidak ada impor beras. Alangkah baiknya bila Pak Jokowi segera menegaskan untuk batalkan impor beras," katanya

Geram, Zulkifli Hasan: Gara-gara Menag, Kerja Keras Jokowi Selama 1 Tahun Sirna, Kasihan Presiden

Kini, kebijakan tersebut kemabli disorot.

Hidayat Nur Wahid mengeluarkan sikap yang menolak impor beras dan meminta pemerintah untuk peduli petani.

Hidayat mengatakan bahwa sikapnya tersebut sebenarnya sejalan dengan Dirut Boulog, Budi Waseso.

Halaman
12