TRIBUNWOW.COM - Teror yang terjadi di Mapolda Riau telah menewaskan empat orang terduga teroris dan seorang polisi, sedangkan satu wartawan dan dua polisi terluka, Rabu (16/5/2018).
Terindikasi ada 5-6 orang pelaku melakukan penyerangan dengan menerobos pagar Mapolda Riau.
Polisi belum memberikan keterangan resmi apakah pelaku teror di Mapolda ini berafiliasi dengan terduga teroris JAD yang pernah ditangkap sebelumnya.
Aparat berjaga (istimewa)
Sementara itu, Aparat Dentasemen 88 (Densus 88) Antiteror Mabes Polri pernah melakukan penangkapan terduga teroris yang sedang melakukan pelatihan di Bukit Gema, Riau, pada Senin (11/12/2017).
Dilansir Tribunpekanbaru, tiga dari empat terduga teroris disebut mengikuti pelatihan yang diafiliasi kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD).
Kapolda Riau Irjen Pol. Nandang mengatakan kelompok tersebut menyebut pelatihan ini sebagai i'dad.
"Terduga teroris ini tengah mempersiapkan diri untuk melakukan penyerangan di Riau," kata Nandang.
Selain di Bukit Gema Riau, di hari yang sama empat orang teroris juga diringkus Densus 88 di beberapa tempat.
Ilustrasi (ISTIMEWA)
Dua teroris diciduk di wilayah Kampar, satu di Rupat, dan satu orang di Payung Sekaki.
Saat kejadian, dua orang pelaku pembakaran yang bersenjatakan panah ditembak mati oleh polisi.
Sedangkan dua orang lainnya melarikan diri.
Salah satunya adalah AR alias Raja, yang melarikan diri ke Riau.
Hal ini menjadikan teror di Riau bukan hal yang baru.
Sementara itu, teror di Mapolda Riau dilakukan oleh sejumlah terduga teroris yang mengendarai sebuah mobil Avanza.
Mobil tersebut langsung menabrak pagar Mapolda Riau.
Polisi bersenjata lengkap memburu pelaku penyerangan Polda Riau Rabu (15/5/2018) (TribunPekanbaru/Syahrul Ramadhan)
Wartawan di lapangan, Doddy Vladimir menuturkan jika kejadian berlangsung sangat cepat.