Sebagian dari mereka beralasan ingin belajar agama di tempat tersebut.
Sebagian lainnya, berada di luar pagar untuk beberapa saat dan kemudian diganti dengan orang lain.
Tidak banyak kekhawatiran yang dialami oleh para santri dan pengurus.
Mereka menganggap hal itu wajar dilakukan oleh aparat, apabila benar.
Yang penting jangan sampai proses belajar di pesantren terganggu dengan kehadiran orang-orang berbadan tegap.
"Ya kami juga paham kalau kami sedang diintai. Tapi, kalau mereka bilang mau belajar di sini, ya silakan saja. Tidak ada yang melarang untuk belajar agama. Asal tidak mengganggu kami di sini," ungkapnya.(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ditanya Tanggapannya tentang Teror Bom di Surabaya, Abu Bakar Baasyir: Opo Kuwi? Ora Bener