Bom di Surabaya

Ferdinand Hutahaean Ingatkan RUU Terorisme Jangan Sampai Digunakan untuk Menangkap Orang tanpa Bukti

Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Fachri Sakti Nugroho
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

f

TRIBUNWOW.COM - Aksi terorisme di Surabaya banyak menyedot perhatian publik, Minggu (13/5/2018).

Salah satunya dari politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean.

Politisi yang kerap mengkritik jalannya pemerintahan Jokowi ini turut berbelasungkawa atas insiden yang tak berperikemanusiaan ini.

"Duka dan belasungkawa paling dalam atas tragedi, kejahatan terhadap kemanusiaan, tindak pidana terorisme peledakan Bom di Surabaya.

Doa yg terbaik utk para korban," ucap Ferdinand melalui kicauan Twitternya, Minggu.

Pernyataan Jokowi Tanggapi Aksi Terorisme di Surabaya

Selain menyatakan belasungkawa, Ferdinand juga menuntut tanggung jawab pemerintah atas insiden tersebut.

"Knp ya narasinya jd di seputar 'Kami Tidak Takut'?

Ini bukan soal takut tidak takut. Tapi soal negara yang wajib melindungi warganya. Kata GAGAL layak disematkan.

Semua ini imbas dr sikap pemerintah. Jgn jd hilang tanggung jawab akibat narasi tak pantas.
#BomSurabaya," kicau Ferdinand.

Jadi Pengadang Teroris dan Tewas karena Ledakan Bom, Begini Status WhatsApp Terakhir Bayu

"Kalau hanya soal takut dan tidak takut, org bodoh yg tak paham ular berbisa pun tdk akan takut megang ular berbisa mematikan.

Jangan sampai kita jd bodoh krn hanya pd narasi tdk takut.

Tuntut tanggung jawab pemerintah. Pejabat keamanan jgn kebanyakan berpolitik
#BomSurabaya."

Pemuda Muhammadiyah: Terorisme Tidak Mungkin Bersendikan Nilai Agama yang Benar

Menurut Ferdinand, masalah terorisme di Indonesia berasal dari adanya ketidak-adilan.

"Masalah terorisme ini lbh diakibatkan ketidak adilan. Kebencian yg dibangun akhirnya tumbuh akibat ketidak adilan yg dipelihara dan dipertontonkan secara vulgar olh penguasa.

Mmgnya masalah ketidakadilan selesai dgn narasi Kami Tidak Takut?
#BomSurabaya."

Halaman
1234