Bom di Surabaya

Bom Surabaya! Ferdinand: Ganti Kepala BIN hingga Tak Bisa Bayangkan Nasib Bangsa 2 Bulan ke Depan

Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Fachri Sakti Nugroho
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ferdinand Hutahaean

Menurut Ferdinand, insiden terorisme di Surabaya tidak boleh dijadikan sebagai pembenaran untuk menciptakan Undang-Undang Terorisme yang bisa menangkan dan menahan orang tanpa bukti.

Bagi Ferdinand, hal tersebut berbahaya bagi demokrasi.

Maka dari itu, Ferdinand meminta agar permasalahan terorisme ini diselesaikan akarnya, yakni menghentikan ketidak-adilan.

"Jgn sampai kejahatan kemanusiaan #BomSurabaya jd pembebaran menciptakan UU Terorisme yg bs menamgkap, menahan org tanpa bukti. Ini bahaya bg demokrasi.

Selesaikan akar masalahnya, hentikan ketidak adilan, mk semua tidak akan takut dan tdk perlu teriak Kami Tidak Takut," ungkap Ferdinand.

(*)