TRIBUNWOW.COM - Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menulsikan sindirannya kepada pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).
Dilansir TribunWow.com, melalui akun Twitter pribadinya @LawanPoLitikJKW yang ia tuliskan pada Sabtu (14/4/2018).
Diketahui, pada Sabtu (24/3/2018) Pertamina menaikan harga pertalite dan solar non-subsidi. Untuk wilayah DKI Jakarta, harga solar non subsidi pada 24 Maret 2018 naik Rp 200/liter menjadi Rp 7.700/liter.
Harga solar non subsidi sebelumnya sebesar Rp 7.500/liter.
• Gara-gara Nyanyikan Lagu Patriotis Rusia, Fadli Zon Banjir Hujatan hingga Media Rusia Beri Tanggapan
Ferdinand membandingkan, aksi Puan Maharani ketika pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menaikkan BBM dan saat itu Puan membuat puisi hingga berurai air mata.
Hal itu bermula dari cuitan netizen "Akhirnya PDIP turun ke jalan tolak kenaikan BBM Bhkn puan sampai nangis2 dg berpuisi & bikin buku(Itu Doeloe)#hey2"
• Fahri Hamzah: Semua Pemimpin Dunia yang Perang Otaknya Nggak Jalan
Melihat cuitan itu, Ferdinand menanggapi jika saat ini PDIP lebih memilih diam.
"Luar biasa pdip berani demo kenaikan harga bbm itu dulu
Tapi sekarang mingkem dan menjadi pendukung kenaikan harga bbm".
• Ruhut Sitompul: Awas Kena Stroke, Nanti Rakyat Indonesia Kehilangan Badut-badut Politik
Rupanya cuitan itu berlanjut dengan komentar netizen yang menyebut kini pemerintahan Jokowi juga mendaoatkan hantaman dari oposisi.
Jika dulu sibuk menghantam pemerintahan Pak SbY dengan trend BBM dan Berpihak dgn wong cilik, Hantaman Itu kembali kepada Oposisi yg sekarang jadi pemegang kekuasaan." tulis akun @kartiko_yudo.
• Dibadingkan dengan Amien Rais, Budiman Sudjatmiko Beri Jawaban Menohok