Ungkit Hambalang saat Minta Pemerintah Buka Data Soal Utang, Kadiv Advokasi Demokrat: Menipu Nalar

Penulis: Dian Naren
Editor: Dian Naren
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNWOW.COM - Buntut dari pidato Jokowi saat menghadiri Konvensi Nasional Galang Kemajuan Center atau GK Center di Bogor, Jawa Barat, Jokowi memberikan komentarnya mengenai isu utang negara.

Jokowi mengutarakan sudah sejak dari awal dirinya dilantik, utang negara sudah ribuan triliun.

Jokowi menjelaskan, sejak dirinya dilantik, Indonesia sudah memiliki utang sebesar Rp 2.700 triliun. Nilai itu kemudian terus membengkak akibat adanya bunga.

"Saya dilantik utangnya sudah Rp 2.700 triliun. Saya ngomong apa adanya. Bunganya setiap tahun Rp 250 triliun. Kalau 4 tahun sudah tambah 1.000," kata Jokowi.

"Ngerti nggak ini?" tambah Jokowi.

Dia pun meminta masyarakat berpikir jernih terkait isu utang negara selama dia memimpin. Dia menegaskan tidak mungkin menambah utang negara dalam jumlah besar.

"Supaya ngerti, jangan dipikir saya utang segede itu. Enak aja," katanya

Tak Indahkan Anjuran Sandiaga Uno, Ratna Sarumpaet Somasi Dinas Perhubungan DKI Jakarta

Menanggapi, Kadiv Advokasi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean memberikan tantangan agar pemerintah dapat membuka data utang.

"Ayo pak @jokowi dan ibu SMI @KemenkeuRI

Buka saja data utang negara kita supaya transparan dan tidak jadi fitnah terutama bagi sesama pemimpin bangsa."

Menambahkan, dirinya juga mengunggah sebuah poster yang berisi gambar dirinya dengan ditambahi catatan.

Catatan tersebut berbunyi:

"Pemerintah tidak perlu sibuk gunakan pendukung dan buzzer untuk bentuk opini seolah Jokowi bukan penyebab naiknya utang luar negeri saat ini dan menyalahkan pemerintah sebelumnya. Itu konyol namanya.

Kita tantabg pemerintah untuk buka data utang negara sejak Indonesia berdiri biar data yang bicara, bukan mulut yang penuh muslihat dan retorika".

Halaman
12