Raja Juli Antoni: Kami Beda dengan Prabowo yang Pesimis dan Menebar Ketakutan Akan Masa Depan

Penulis: Lailatun Niqmah
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Raja Juli Antoni dan Prabowo Subianto

@AntoniRaja: Bonus demografi yg puncaknya di 2030an, jadikan Indonesia sebagai salah satu negara dgn tenaga kerja produktif terbesar.

@AntoniRaja: World Economic Forum nyatakan bahwa Indonesia berkontribusi sebesar 2,5% untuk pertumbuhan ekonomi Dunia di 2017-2019.

@AntoniRaja: Kontribusi itu tempatkan Indonesia di peringkat ke-5 setelah China (35,2%), AS (17,9%), India (8,6%), dan Ekonomi Eropa (7,9%).

@AntoniRaja: Jari mulai pegel. Apa masih perlu dilanjutkan kultwit #GenerasiOptimis vs #GenerasiPesimis?

@AntoniRaja: Melihat data2, dapat dinyatakan kembali bahwa saat ini Indonesia masih “on-track” untuk menjadi negara superpower baru.

@AntoniRaja: Standard Chartered (2010) katakan bhw Indonesia akan tergabung dalam G-7 di 2030. 7 besar ekonomi dunia. Buka bubar loh.

@AntoniRaja: PwC katakan 2030, GDP Indonesia dalam PPP mencapai US$ 5,424 triliun atau ke 5 setelah Tiongkok, AS, India, dan Jepang.

@AntoniRaja: Sementara di 2050, akan mencapai US$ 10,5 triliun, atau berada di peringkat ke-4 setelah Tiongkok, India, dan AS.

@AntoniRaja: Ini data yang membuat kita patut optimis dan menolak retotika menakutkan Indonesia bubar 2030.

VIRAL! Aksi Syahrini di Monumen Holocaust yang Tuai Kontroversi Kini Jadi Pemberitaan Media Jerman

@AntoniRaja: Tapi kita mesti akui masih ada masalah yg hrs diselesaikan bersama semua anak bangsa. Masalah sbg tantangan bukan ketakutan.

@AntoniRaja: BACA  Lama Tak Ada Kabar, Abu Janda Tulis Doa yang Penuh Kontroversi

@AntoniRaja: Masalah utamanya dua. 1. KORUPSI; 2. INTOLERANSI.

@AntoniRaja: Korupsi secara sistematis kurangi hak rakyat dlm layanan publik seperti kesehatan, pendidikan, layanan sosial lainnya.

@AntoniRaja: Korupsi juga buruk bagi pertumbuhan ekonomi. Ekonomi biaya tinggai tidak membuka lapangan kerja bagi anak muda.

Halaman
123