Reaksi SBY soal Perseteruan Amien Rais dan Luhut Pandjaitan: Kekuasaan Bukan untuk Menakuti Rakyat

Penulis: Lailatun Niqmah
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Luhut, SBY, dan Amien Rais

TRIBUNWOW.COM - Perseteruan antara mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Amien Rais, dan Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan masih ramai diperbincangkan.

Dilansir TribunWow.com dari akun Twitter Ferdinand Hutahaean yang diunggah pada Rabu (21/3/2018), Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun angkat bicara.

Dalam video yang diposting oleh Ferdinand Hutahaean, SBY mengatakan jika pemerintah saat ini seperti alergi terhadap kritik dan cepat marah.

Oleh karena itu, ia meminta, Luhut Padjaitan untuk tidak sembarangan mengeluarkan ancaman, terutama dihadapan publik dan kepada warga negara yang memberikan kritikan.

HEBOH! Hotman Paris Protes Syahrini Disebut Mangkir dari Sidang First Travel: Pencemaran Nama Baik

"Pemerintah ini alergi, cepat marah, kemudian tidak boleh ada warga negara yang melakukan kritik, atau tidak boleh ada yang mengatakan hal yang tidak menyenangkan kepada pemerintah atau pemimpin.

Sekaligus dalam hal ini, kepada Pak Luhut Padjaitan, sahabat saya juga, mungkin harus mengurangi pemerintah ini mengeluarkan statemen yang bernada ancaman.

Baca juga: Sandiaga Uno dan Via Vallen Nyanyikan Lagu Sayang di Atas Panggung, Penampilannya Jadi Sorotan

Tidak baiklah, pemerintah memang punya kekuasaan, Pak Jokowi punya kekuasaan, tapi kekuasan ini kan bukan untuk menakut-nakuti rakyat.

Untuk mengancam siapapun.

POPULER! Dirinya Disebut Cocok Dampingi Jokowi, Mahfud MD: Mending Ibu Sri Mulyani

Kalau misalkan pemerintah ingin menyampaikan, sampaikanlah dengan baik.

Harapan saya, rakyat punya hak untuk menyampaikan kritik, pandangannya, ketidaksukaannya kepada negara.

Pemimpin kalau mendengar rakyat tidak suka, perlu itu introspeksi," kata SBY.

Baca berita ini: Fahri Hamzah: Kalau KPK Itu Dianggap Mengganggu, Berani Gak Jokowi Bikin Perpu Bubarkan Mereka?

Halaman
12