Ini yang Terjadi Pada Tubuh saat Kamu Tidak Makan Selama Satu Hari Penuh

Penulis: Natalia Bulan Retno Palupi
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi.

TRIBUNWOW.COM - Kita semua pernah berpuasa setidaknya sekali dalam hidup kita dan untuk umat muslim sudah terbiasa berpuasa pada saat Ramadhan.

Dilansir TribunWow.com dari Boldsky pada Selasa (20/3/2018), tahukah kamu bahwa berpuasa sepanjang hari sebeneranya sangat baik bagi kesehatanmu?

Jadi, mari kita cari tahu apa yang terjadi pada tubuhmu saat tidak makan selama satu hari penuh.

BACA: Robby Purba Temani Sang Ibunda Belanja, Mobil Mewahnya Jadi Sorotan

8 jam pertama

8 jam pertama masa puasa 24 jam relatif mudah.

Tubuh kita masih mencerna makanan yang terakhir kita makan.

Jadi tubuh masih memiliki cukup gula dalam darah untuk tetap bertahan.

Cobaan sebenarnya dimulai setelah 8 jam pertama usai.

8 jam pertama berakhir

Ilustrasi (Boldsky)

Jika kita tidak pernah berpuasa dalam hidup atau melakukannya dengan jarang, tubuh kita akan mengingatkan bahwa kita memerlukan makan setelah 8 jam pertama terlewati.

Akan muncul rasa lapar yang membuat kita tidak nyaman.

Namun, ketika kita tidak memenuhi dorongan untuk makan ini, tubuh kemudian akan mulai membakar lemak yang tersimpan sebagai bahan bakar.

Itulah sebabnya mengapa puasa intermiten dan merupakan taktik untuk penurunan berat badan yang populer bagi mereka yang tidak suka mengontrol diet mereka setiap hari.

Plus, melakukan puasa sekali atau dua kali dalam seminggu adalah cara yang bagus untuk meningkatkan metabolisme tubuh kita.

Melindungi jantung dan tubuh

Ilustrasi (Boldsky)

Puasa sepanjang hari diketahui memengaruhi cara tubuh mengkolabolisasi kolesterol dan gula.

Itulah mengapa puasa satu atau dua kali setiap minggu dikatakan sebagai cara yang bagus untuk melindungi tubuh dari diabetes dan gangguan kardiovaskular.

Faktanya, puasa secara teratur, sekali dalam seminggu, diketahui dapat mengurangi kadar N-oksida trimetilamin dalam darah yang mengurangi risiko terkena penyakit arteri koroner.

Melindungi otak

Ilustrasi (Boldsky)

Puasa mendetoksifikasi tubuh dan mengurangi tingkat radikal bebas yang bersirkulasi dalam darah.

Itu sebabnya, puasa secara teratur selama 24 jam dapat mencegah penyakit Alzheimer dan Parkinson.

Pentingnya air minum selama 24 jam tidak makan

Ilustrasi (Boldsky)

Karena tujuan sehari penuh adalah detoksifikasi tubuh, satu-satunya minuman yang harus diminum adalah air.

Pastikan minum lebih banyak air dari pada hari biasanya, karena tubuh tidak akan mengambil air dari makanan yang dimakan pada hari itu.

Cara memulai dan mengakhirinya

Makanlah makanan lengkap sebelum mulai puasa.

Ini akan memberi tubuh energi yang cukup untuk membantu kita melewati setidaknya 8 jam pertama.

Gagal melakukannya akan membuat kita lapar selama periode 24 jam.

Makanan yang kita makan sebelum puasa juga harus seimbang dengan protein, sayuran, produk whole grain, dan lemak sehat.

Setelah periode 24 jam berakhir, jangan berbuka puasa dengan mengkonsumsi makanan yang terlalu banyak.

Itu akan menjadi bencana bagi tubuh dan bisa menyebabkan stroke, muntah, dan bahkan serangan jantung.

Sebagai gantinya, hentikan puasa kita dengan makan sesuatu yang ringan.

VIRAL:  Dengar Persija Tak Bisa Main karena Liga, Ini yang Dilakukan Anies Baswedan kepada Direktur PP GBK

Kita dapat secara bertahap makan lebih banyak selama periode 24 jam berikutnya. (*)