Keris Peninggalan Pakubuwono IX Ada di Pasar Triwindu

Editor: Elga Maulina Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Keris di Pasar Triwindu, Solo

TRIBUNWOW.COM - Pasar Triwindu Solo menjadi pilihan tempat yang tepat untuk pencinta barang-barang antik seperti keris.

Ketika menyusuri Pasar Triwindu, pengunjung akan menemukan kios yang khusus menjual berbagai macam keris.

Satu petak kios yang menjual ragam keris itu berada di bagian depan pasar.

Di kios itu, pengunjung bisa melihat keris dari zaman Majapahit hingga keris-keris baru yang dibuat oleh empu (pembuat keris) muda.

Harga satu bilah keris beragam, mulai dari jutaan rupiah hingga puluhan juta rupiah.

Bahkan, keris paling mahal dijual seharga Rp 50 juta, yang merupakan peninggalan Pakubuwono IX.

Disambut Presiden Bangladesh di Bandara, Dengarkan Apa yang Diucapkan Pertama Kali oleh Jokowi

Keris yang ada di kios milik kolektor itu merupakan keris yang langsung dipesan dari empu dan keris yang disetorkan dari tempat lain. 

"Asalnya dari dua, yang baru dari empu pembuat, yang lama dari jaringan yang saya kenal. Jadi bisa langsung disetor ke saya," kata Sigit Yunarko (42), pemilik kios sekaligus ketua bidang ekonomi dan perdagangan Senopati Nusantara.

Rupanya, Sigit sudah mulai mengoleksi keris sejak tahun 2000.

"Intinya saya suka keris. Saya mulai mengoleksi keris sejak 2000 dan mulai menjualnya tahun 2004," ungkapnya.

Atas kecintaannya terhadap keris, Sigit mengaku memiliki koleksi hingga ratusan yang disimpan di rumahnya.

Satu hal yang membuat keris menarik di mata Sigit adalah filosofi dari setiap keris.

"Keris itu tidak pernah lepas dari filosofi. Karena keris dibuat dengan filosofi tinggi," terang Sigit.

Asisten Menteri Susi Ungkap Tawaran 50 M untuk Pengaruhi Kebijakan di KKP

Halaman
12