TRIBUNWOW.COM - Studi menunjukkan hormon lapar meningkat pada malam hari.
Sebuah laporan yang diterbitkan dalam International Journal of Obesity menyelidiki kenapa seseorang cenderung makan berlebihan pada malam hari.
Studi ini diawasi oleh Johns Hopkins Medicine di Baltimore, seperti dilansir dari The Independent, Selasa (23/1).
Penelitian ini juga memperhitungkan tingkat stres para partisipan.
BACA: Album Jonghyun SHINee Resmi Dirilis Bersamaan dengan Video Klip Shinin, Lihat MVnya!
Sehingga mereka mengeksplorasi apakah keadaan mental seseorang juga dapat mempengaruhi tingkat hormon lapar mereka.
Para peneliti melakukan serangkaian eksperimen pada kelompok kecil, yakni 19 pria dengan kelebihan berat badan, dan juga 13 wanita, berusia antara 18 dan 50 tahun.
Indeks massa tubuh peserta tercatat berkisar antara 28 dan 52.
Setiap partisipan berpuasa selama delapan jam, sebelum menerima makanan cair dengan 608 kalori pada pukul sembilan pagi dan pukul empat sore.
Mereka kemudian menjalani tes tingkat stres.
Darah mereka diambil untuk menilai hormon stres dan hotmon lapar mereka.
Pada tahap selanjutnya, para peserta kemudian disajikan makanan prasmanan.
Para peneliti menyimpulkan bahwa orang mungkin lebih rentan ingin makan karena kadar hormon kelaparan meningkat di malam hari.
"Temuan kami menunjukkan bahwa malam adalah waktu berisiko tinggi untuk makan berlebihan, terutama jika Anda stres dan rentan makan ugal-ugalan," kata Sarah Carnell, Ph.D., asisten profesor ilmu psikiatri dan perilaku di Universitas Johns Hopkins.
"Kabar baiknya adalah bahwa dengan pengetahuan ini, orang bisa mengambil langkah untuk mengurangi risiko makan berlebihan," ujar Sarah.