3 Bulan Menjabat, Anies dan Sandi Penuhi 10 Janji Kampanye, Berikut Daftarnya!

Penulis: Woro Seto
Editor: Woro Seto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (kanan) memberikan sambutan saat serah terima jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Senin (16/10/2017). Anies-Sandi resmi menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022.

"Jadi, komit yang sudah ada agar bisa agar bisa menampung kendaraan kita. Kami ingin memastikan seluruh areal di Jakarta ini bisa diakses oleh warganya, baik yang roda dua, roda empat, atau lebih," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (6/11/2017).

9. Monas Bebas

Anies-Sandi memperbolehkan kawasan Monumen Nasional (Monas) untuk kegiatan keagamaan, budaya, dan seni, yang sebelumnya dilarang.

Keputusan tersebut tertuang dalam, Peraturan Gubernur (Pergub) No. 186 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Nomor 160 Tahun 2017 Tentang Pengelolaan Kawasan Monumen Nasional, akhirnya ditetapkan kembali bahwa Monas bisa digunakan lagi untuk kegiatan pendidikan, sosial, budaya, dan keagamaan.

VIRAL: Sambil Tertawa, Jessica Iskandar Mengaku Iri dengan Kecantikan Ayu Ting Ting, Netizen: Nyindir Nih?

Dibukanya kawasan monas untuk kegiatan agama dan budaya ditandai dengan pagelaran kirab kebudayaan di Kawasan Monas, pada Minggu, (26/11/2017) pagi.

10. Ijinkan becak

Anies Baswedan, mengatakan bahwa dirinya akan memberikan jalur khusus bagi para becak di DKI Jakarta.

Lantas hal ini menjadi polemik di tengah masyarakat dan mengundang pro kontra di tengah masyarakat.

Anies menegaskan bahwa rencananya tersebut tidak seperti dibayangan masyarakat untuk menghidupkan kembali di jalan-jalan utama di Jakarta.

"Ini biasa dipakai di kampung-kampung untuk belanja, anak yang sekolahnya dekat. Banyak dari kita kalau dibilang becak ingatnya tahun dulu dan membayangkannya di jalan utama. Tidak. Justru ini tidak sama sekali," tutur Anies.

Pengaturan ini pun ditegaskan Anies bahwa bukannya menghadirkan kembali becak di Jakarta melainkan mengatur becak yang sudah ada.

"Saya garis bawahi ini bukan mengundang becak baris tapi mengatur yang sudah ada. Bahwa dengan pendekatan yang kita lakukan kita mengantisipasi perubahan paradigma," ujar Anies yang dilansir dari Tribunnews.com. (TribunWow.com/Woro Seto)